oleh

Tiga Siswa SMPN7 Ujian Daring, Ratusan Pelajar lainnya Tatap Muka sesuai Prokes

Banjarmasin, BARITO – Sebanyak tiga siswa SMPN7 Banjarmasin sejak pekan lalu hingga Senin (5/4/2021) ini mengikuti ujian (US) sekolah secara online. Karena mereka kelas 9 itu menyanggupi media Dalam Jaringan (Daring) dari rumah beserta peralatan yang disediakan.

Mulai dari dua ponsel dan tiga kamera CCTV, dengan demikian ada pengawasan langsung dari sekolah. Bahkan pihaknya menyiapkan tehnisi dan menambahkan kapasitas domain agar internet setempat lebih stabil.

Kepala Sekolah SMPN7
Kabul, MPd mengatakan hal itu kepada wartawan usai US. Bahwa Ketiga siswa itu, salah satunya sakit dan berada di luar kota, kemudian dua berada di Banjarmasin karena masih khawatir kondisi pandemi Covid-19 belum reda.

Dia menambahkan sekolah tatap muka Ini adalah sebuah kebutuhan karena ujian sekolah berbasis komputer atau online itu banyak mengalami kendala secara teknis.

“Kalau kendala tidak ada bahkan dari orang tua sebelumnya ada 11 siswa ingin secara daring, namun batal dan mengikuti ujian tatap muka. Lantaran peralatan yang kurang memadai yang mereka tidak punya, “sebut Kabul.

Kendalanya adalah karena ujian sekolah adalah mengukur kompetensi pengetahuan atau domain kognitif sementara pelaksanaan ujian online itu tidak bisa mengawasi dengan cermat oleh guru.

“Jadi mereka harus dua ponsel bagi yang daring, karena satu untuk melihat siswa pada aplikasi Zoom Meeting dan satu lagi untuk menjawab soal. Sedangkan ujian tatap muka di sekolah kertas pensil itu diperlukan, “jelas Kabul yang juga plt SMPN26 Banjarmasin ini.

Ia menerangkan, untuk Zoom Meeting dimaksudkan agar pihaknya bisa memonitor pelaksanaan kegiatan US diluar sekolah. Sedangkan US itu sebanyak dari 179 peserta ujian dan 3 orang masih daring.

“Alhamdulillah US berjalan dengan lancar atau tidak ada masalah dan kaitannya dengan penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) kami sudah menempuh dua jalan yang preventif dan imbauan, “ujarnya.

Untuk prokes menjaga jarak lebih dari 1 meter di ruang ujian tidak masalah. Karena tiap kelas sudah dilakukan hanya diisi 16 siswa saat US. “Persoalannya bukan di dalam kelas, namun ketika siswa pulang dari sekolah biasanya ada kerumunan di luar pagar,”sebut Kabul.

Karena hal ini yang pihaknya terkadang masih ada pelanggaran prokes, meskipun secara preventif dilakukan imbauan. “Kami sudah mengimbau kepada orang tua agar menjemput anaknya sesuai jadwal saat pulang, “harapnya.

Seperti diketahuinya US dimulai sejak 29 Maret, ada 11 mata pelajaran. Kemudian masuknya ujian pukul 08.00 Wita dan pulangnya pukul 10.00 Wita.

Penulis : Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed