Generasi Muda Diminta Kritis Hadapi Ilusi Algoritma di Media Sosial

by adm barito post
0 comments 3 minutes read

Bogor, BARITOPOTS.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda untuk meningkatkan kesadaran digital agar tidak terjebak dalam fenomena ilusi algoritma yang berpotensi memanipulasi persepsi terhadap realitas sosial dan demokrasi di ruang digital.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Khitanan Massal, Pasar Murah hingga Bedah Rumah

Pesan tersebut disampaikan Menkomdigi secara daring dalam Roadshow dan Peluncuran Buku karya Andi Ilham Paulangi berjudul “Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z” yang berlangsung di IPB University, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Meutya Hafid, demokrasi saat ini tidak lagi berkembang hanya di ruang fisik, melainkan juga tumbuh dan hidup di ruang digital melalui lini masa media sosial, kolom komentar, hingga berbagai platform interaksi daring yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa ruang digital kerap menghadirkan persepsi yang tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Algoritma personalisasi yang digunakan platform digital dapat memperbesar potongan-potongan realitas tertentu sehingga menciptakan kesan yang menyesatkan tentang pandangan publik.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Khitanan Massal, Pasar Murah hingga Bedah Rumah

“Massa bisa menunjukkan semua marah, atau semua orang sedang tenang, atau semua yang viral pasti benar. Padahal, itu bisa hanya menunjukkan potongan realitas yang dibesarkan oleh algoritma,” ujar Meutya Hafid.

Karena itu, Menkomdigi mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Kesadaran digital dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh opini ekstrem maupun kemarahan publik yang tampak dominan di ruang digital, tetapi belum tentu mencerminkan fakta sosial yang sesungguhnya.

Meutya menegaskan, generasi muda termasuk Gen Z memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan demokrasi Indonesia di masa depan. Kemampuan generasi muda dalam memahami cara kerja algoritma dan memilah informasi secara kritis akan menjadi modal penting untuk menjaga kualitas ruang publik digital.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Khitanan Massal, Pasar Murah hingga Bedah Rumah

Pada kesempatan tersebut, Menkomdigi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia agar tetap sehat, aman, produktif, dan mendukung penguatan demokrasi.

Wakil Rektor I IPB University, Deni Noviana, menilai algoritma saat ini telah memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat berinteraksi dan mengonsumsi informasi di media sosial.

Menurut Deni, tantangan yang muncul tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga berkaitan dengan keberagaman perspektif dalam ruang digital. Ia menjelaskan bahwa algoritma pada umumnya dirancang untuk tujuan komersial sehingga cenderung memperkuat pandangan yang serupa dan berisiko mengesampingkan suara yang berbeda.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Khitanan Massal, Pasar Murah hingga Bedah Rumah

“Algoritma memang dirancang untuk komersil dan hanya mendengar suara satu pihak saja dan bisa memusuhi suara yang berbeda,” ujar Deni.

Ia menambahkan media sosial kini telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai sarana komunikasi. Platform digital telah menjadi ruang budaya sekaligus arena pembentukan identitas, terutama bagi generasi muda. Dalam konteks tersebut, fenomena viralitas menjadi tantangan baru yang perlu dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang memadai.

Merespons kondisi tersebut, Deni menegaskan bahwa Gen Z memiliki kekuatan besar dalam membentuk arah peradaban masa depan. Karena itu, IPB University berkomitmen menyiapkan lulusan yang memiliki daya pikir kritis, tidak mudah terjebak dalam arus algoritma, serta mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan inklusif.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB University itu dipandu oleh Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Khitanan Massal, Pasar Murah hingga Bedah Rumah

Acara yang merupakan bagian dari upaya mendukung program edukasi nasional tersebut turut didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta diselenggarakan melalui kerja sama dengan IPB University dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University Periode 2025/2026.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar