Supian HK Minta Awasi Ketat dan Evaluasi MBG di Kalsel

*Paska Keracunan di SMKN 1 Amuntai

by baritopost.co.id
0 comments 1 minutes read
Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr (HC) H Supian HK, SH, MH.(foto : ist)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara jadi sorotan sekaligus keprihatinan dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dr (HC) H Supian HK, SH, MH, karena kasus seperti ini sebelumnya juga marak terjadi hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Karena itu Supian HK mengingatkan program MBG yang jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto mulai 2025 lalu khususnya di Kalimantan Selatan agar dilakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanannya, kemudian evaluasi cara pengolahan dan masaknya serta dijamin kebersihan maupun gizinya.

Demikian disampaikan Supian HK kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (27/4/2026).

“Program Makan Bergizi Gratis ini sebaiknya diawasi dan dievaluasi, baik cara memasaknya maupun mengolahnya, apakah sudah memenuhi standar kesehatan atau belum,” sarannya.

Politisi senior Golkar ini menyatakan prihatin dengan kejadian keracunan massal MBG di SMKN 1 Amuntai.

Disebutkannya Kepala MBG Kalsel sudah mengakui dan menyadari serta memahami ada kesalahan posedur dari dapur MBG.

Dari informasi yang diperolehnya bahwa ribuan dapur MBG di Indonesia dihentikan kontraknya atau operasionalnya lantaran ada temuan dan kesalahan prosedur saat pengolahan makanan yang tidak layak di konsumsi, sehingga menimbulkan keracunan saat makanan itu disantap oleh anak-anak sekolah.

Supian HK juga meminta peran aktif sekolah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap program MBG.

“Kepada masyarakat dan pihak sekolah agar ikut mengawasi, jika ada temuan segera laporkan atau di viralkan, sehingga menjadi perhatian pemerintah,” imbaunya.

Supian HK juga apresiasi sekaligus terima kasih kepada masyarakat yang berani mengungkapkan kesalahan-kesalahan MBG, tapi harus disertakan dengan bukti fakta dan nyata.

Kedepan diharapkannya tidak terulang kembali kasus keracunan massal MBG ini meski tujuannya untuk memenuhi asupan gizi pada anak didik.

“Semoga tidak terulang kasus keracunan MBG,” tutupnya.

 

Penulis/Editor : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar