Paket Murah Bikin Jemaah Umrah Terlantar, FK Patuh Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Harga Rendah

by adm barito post
0 comments 4 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Gagalnya berangkat hingga terlantarnya jemaah umrah Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam menunaikan ibadah suci di Makkah-Madinah dalam beberapa kejadian membuat keprihatinan mendalam.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Pasalnya, tak hanya membuat keluarga dan sanak handai tolan kerepotan, namun semua pihak juga menjadi ‘pemikul’ beban, termasuk organisasi penyelenggara umrah dan haji juga harus bertanggung jawab untuk mencari jalan keluarnya.

H Saridi Salimin misalnya yang merupakan Ketua Forum Komunikasi (FK) Penyelenggara Travel Umroh dan Haji (Patuh) Kalimantan Selatan (Kalsel) cukup sedih dan prihatin atas peristiwa itu. Sebab itu, Ia pun harus ‘turun tangan’ mencari solusi yang tepat sehingga jemaah umrah dan travel umrah juga dapat bernafas lega.

Menurut H Saridi Saliman berdasarkan analisis FK-Patuh, banyak jamaah yang cenderung memilih paket dengan harga paling murah.  Padahal biaya ibadah umrah relative standar minimal Rp35 juta perorang.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

‘Memang saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama untuk tiket pesawat dan hotel. Sehingga perhitungan tepat itu biaya umrah minimal Rp35 juta, agar jemaah tidak terlantar dan nyaman beribadah,” papar owner PT Wahyu Titian Insani (Al Insani Travel) Jumat (31/7/2026).

Mengingat jika ada harga di bawah Rp35 juta biaya umrah, maka masih memiliki resiko yang tinggi. “Memang masih ada travel yang menawarkan biaya murah dan rendah untuk umrah, tapi sangat rawan, bahkan ada kemungkinan jemaah harus menambah biaya lagi di luar perkiraan,” jelasnya.

Kini, sambung Saridi Salimin, pihaknya mendapat informasi masih ada sekitar 38 jamaah umrah yang tertahan di Jeddah dan menunggu kepulangan.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

“Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama, baik bagi jamaah yang belum bisa berangkat maupun yang belum dapat kembali ke Tanah Air,” tuturnya.

Untuk itu, Ia memberikan tips kepada masyarakat yang ingin berumrah seperti : “Pastikan travel memiliki izin resmi. Pastikan jadwal keberangkatan.Pastikan penerbangannya.Pastikan akomodasi atau hotel di Makkah dan Madinah.Pastikan visa telah tersedia.Pastikan tour leader atau pendamping memiliki sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” sebut eks Pengurus Kadin Kalsel ini.

Ia meminta, calon jemaah jangan hanya berfokus pada harga yang murah. Jika harga yang ditawarkan terlalu murah, risikonya jamaah justru tidak dapat diberangkatkan.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Memang ini bukan penipuan, katanya, namun karena kekurangan biaya. “Secara umum, persoalannya bukan semata-mata soal kuota. Faktor utamanya adalah paket yang dijual dengan harga terlalu murah.

Ketika harga dijual di bawah biaya sebenarnya, ada kemungkinan travel melakukan penipuan atau tidak mampu menyediakan tiket keberangkatan,” bebernya.

Saridi merinci, modal umrah dengan harga normal memiliki selisih lebih dari Rp7 juta dibanding paket yang terlalu murah. “Keuntungan travel sebenarnya tidak besar. Justru keuntungan itulah yang menjadi modal untuk memberikan pelayanan kepada jamaah.  Kalau tidak ada keuntungan, bagaimana travel bisa melayani jamaah dengan baik,” bilangnya.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Saat ini terdapat dua travel yang menjadi perhatian. ” Salah satunya adalah Syakira Tour, yang jamaahnya masih tertahan di Jeddah. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan KJRI, dan kami mendapat informasi persoalan ini akan segera diselesaikan. Namun hingga saat ini penyelesaiannya masih kami tunggu.

Mengenai persoalan visa, masih ada beberapa hal yang belum dapat dipastikan. Untuk travel Shakira, persoalannya berbeda dengan kasus Visa Safar,” jelasnya.

Menanggapi kemungkinan pemberian sanksi: Dari sisi FK-Patuh, ia terus melakukan sosialisasi kepada para penyelenggara agar tidak menjual paket di bawah harga yang wajar.

Dalam dunia usaha, tentu harus ada keuntungan yang sehat karena keuntungan tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Peran FK-Patuh hanya memediasi, bukan memberikan sanksi atau menutup operasional travel. “Sebelumnya kami pernah diminta oleh pihak travel Shakira untuk memediasi dengan jamaah. Saat itu situasi cukup tegang, jamaah sudah sangat emosional dan berpotensi terjadi kericuhan. Kami hadir sebagai mediator, melakukan pendekatan dengan kepala dingin, sehingga situasi dapat dikendalikan dan diperoleh solusi sementara,” jelasnya.

Saat itu tidak terjadi kericuhan. Namun perkembangan selanjutnya hingga kini masih belum jelas. Untuk jumlah jamaah yang terdampak, pada travel Syakira tercatat sekitar 175 jamaah. Sementara pada travel Hijaz terdapat 41 jamaah ditambah 7 jamaah dari dua agen, yaitu  Fauzia dan  Suryati.

Baca Juga: JPU Tuntut Pasutri Kurir Narkotika 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Selain itu, terdapat 16 jamaah yang dijadwalkan berangkat pada bulan Agustus melalui agen Suryati.  Seluruh biaya jamaah tersebut telah dilunasi dan telah ditransfer kepada pihak di Jakarta.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar