Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Solid 5,67%, Inflasi Terkendali, dan Belanja Daerah Terakselerasi

by baritopost.co.id
0 comments 4 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kinerja fiskal dan Ekonomi Kalsel sampai April 2026 ini menunjukkan tren yang positif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo dalam acara Asset and Liability Committee (ALCo), Senin (25/5/2026), menyampaikan, bahwa Performa positif yang tercatat sepanjang Triwulan I berhasil dipertahankan dan terus berlanjut hingga April 2026.

Lewat pertumbuhan ekonomi yang solid serta penyaluran anggaran yang kian efektif, Kalimantan Selatan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian nasional. “Pertumbuhan ekonomi Kalsel Solid 5,67%, Inflasi Terkendali, dan Belanja Daerah Terakselerasi”

Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara telah mencapai sebesar Rp9,50 triliun atau 31,75% dari pagu, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,68 triliun. Selain itu, kinerja APBD pada periode ini juga mencatatkan surplus sebesar Rp993,29 miliar, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan.

Dinamika Neraca Perdagangan dan Tantangan Pengendalian Inflasi Perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan resiliensi yang solid memasuki awal kuartal II 2026. Neraca Perdagangan Kalsel pada April 2026 konsisten mencatatkan surplus yang signifikan sebesar US$805,95 juta.

Meski surplus ini mengalami kontraksi sebesar 2,29% (yoy) dan 13,46% (mtm) yang disebabkan oleh pertumbuhan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, kinerja perdagangan luar negeri tetap impresif. Nilai ekspor pada April 2026 mencapai US$1.059,10 juta, tumbuh 15,1% (yoy), yang utamanya didorong oleh peningkatan volume ekspor komoditas batubara sebagai penopang utama dengan kontribusi lebih dari 50%.

Baca Juga:

Di sisi lain, nilai impor juga naik tajam  sebesar 46,06% (yoy) menjadi US$253,15 juta, akibat naiknya nilai impor komoditas minyak petroleum serta kenaikan harga transaksi BBM diesel.

Dari sisi pergerakan harga, tekanan inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren melandai pada April 2026.

Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,67% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,75, turun dan melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya.

Meskipun angka ini masih berada di atas rata-rata inflasi nasional yang menyentuh level 2,42% (yoy), secara bulanan (month-to-month) Kalimantan Selatan justru mencatatkan deflasi sebesar -0,04%, berbeda dengan nasional yang mengalami inflasi 0,13%. Kabupaten Tanah Laut tercatat sebagai wilayah dengan tekanan inflasi tertinggi di regional yang mencapai 3,96% (yoy), sementara inflasi terendah berada di Kabupaten

Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp318,75 M kepada 3.492 debitur. Disusul oleh Kab Tanah Bumbu sebesar Rp243,21 M kepada 2.329 debitur dan Kab Banjar sebesar Rp188,70 M kepada 2.969 debitur.

5. BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp1.178,58 M kepada 21.358 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp195,65 M kepada 1.596 debitur. Selanjutnya oleh BNI sebesar Rp186,21 M kepada 564 debitur. Dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan sebagai berikut:

1. Total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp22,76 M kepada 4.220 debitur. UMi disalurkan secara Konvensional sebesar Rp2,96 M (13,02%) dan Syariah Rp19,80 M (86,98%).

2. Kalimantan Selatan menempati posisi ke-28 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Serta secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi menempati urutan ke-3 se-Kalimantan.

3. Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp4,66 miliar kepada 804 debitur. Disusul oleh Kab Banjar sebesar Rp2,92 miliar kepada 537 debitur dan Kab Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,49 M kepada 437 debitur.

4. Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 98,32%. Berdasarkan skema, penyaluran didominasi menggunakan skema kelompok sebesar Rp19,80 Miliar.

5. PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp19,80 M kepada 3.638 debitur.

Guna menjamin ketepatan sasaran dukungan finansial bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kanwil DJPb Prov. Kalsel secara intensif memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur.

Kolaborasi strategis ini akan terus ditingkatkan demi memastikan keberhasilan pola penyaluran di titik-titik pertumbuhan seperti di Kota Banjarmasin dapat teramplifikasi secara merata ke seluruh kabupaten/kota.

Langkah ini menjadi krusial dalam mempercepat distribusi modal yang akuntabel, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi inklusif di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Penulis: Hamdani

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar