Haul Ke-56 Bung Karno, PDIP Banjarmasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Bangsa

by admin
0 comments 2 minutes read

Banjarmasin, BARITO
Peringatan Haul Ke-56 Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di Kota Banjarmasin berlangsung penuh khidmat.
Rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, doa bersama, serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustd Haris Fadilah, alumnus Ponpes Tarim.

Ketua PDIP Kota Banjarmasin H Muhaimim melalui sekretarisnya Suyato mengatakan, dalam haul tersebut, pentingnya menjaga kebangsaan ini menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Bertempat di aula kantor PDI Perjuangan Banjarmasin Jalan Pramuka, momentum sakral ini dihadiri oleh sejumlah anggota dewan, jajaran partai dan juga kader dan simpatisan, sekaligus penyerahan SK PAC di 5 Kecamatan se Kota Banjarmasin.
Suyato menegaskan bahwa majelis haul ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan belaka. Menurut pria yang akrab disapa Awi ini, esensi utama dari kegiatan ini adalah menyerap nilai-nilai pengabdian mendalam yang telah diwariskan oleh sang Proklamator demi keberlangsungan bangsa dan negara.
“Kegiatan haul ini memiliki makna yang sangat penting, yakni mendoakan Bung Karno serta meneladani perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal baktinya menjadi amal ibadah yang diterima,” ujar Awi.
Awi menambahkan, tradisi pelaksanaan haul Bung Karno yang rutin digelar di Banjarmaein merupakan langkah positif untuk memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Di tengah dinamika global, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melangitkan doa agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai konflik horizontal maupun bencana alam yang melanda banyak negara luar.
“Kita semua berharap Indonesia selalu dalam keadaan kondusif, masyarakatnya sejahtera, dan dijauhkan dari peperangan maupun berbagai musibah. Semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno harus terus kita jaga,” tegas anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini.
Dirinya mengingatkan para kader dan masyarakat yang hadir untuk mengobarkan kembali api perjuangan Bung Karno, terutama dalam hal keberpihakan penuh kepada rakyat kecil. Ia meminta semua pihak tidak sekadar mengagumi nama besar sang Proklamator, melainkan mewarisi keberaniannya dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Hari ini kita tidak hanya hadir untuk mengirim doa kepada Bung Karno, tetapi juga untuk mengingat kembali perjuangan beliau dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita warisi,” tambahnya.
Diingatkanya pula bahwa instruksi tegas dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh instrumen partai bergerak nyata dan hadir sebagai penyambung lidah rakyat.
Kader partai diminta peka terhadap persoalan di akar rumput, mendengar keluh kesah mereka, serta aktif mencari solusi konkret. Di samping itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nalar kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, di mana program yang prorakyat wajib didukung, sedangkan yang menyimpang harus berani diingatkan.
“Jangan hanya mengenal nama besar Bung Karno, tetapi mari meneruskan keberanian, pengorbanan, dan semangat beliau dalam memperjuangkan rakyat. Semua yang dilakukan harus bermuara pada kepentingan rakyat Indonesia,” Tandasnya.

Penulis: Masrifani

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar