Pengelola Tugu Nol Kilometer Harus Pihak Yang Tepat

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Kepala Dinas PUPR Kalsel Yasin Thoyib.(foto : sophan/brt)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Siapa pihak yang nantinya akan mengelola Tugu Nol Kilometer sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang secara prinsip telah siap untuk difungsikan sambil menunggu proses peresmian, ternyata masih belum diputuskan.

Pasalnya, untuk pengelolaan Tugu Nol Kilometer itu ada dua opsi pengelolaan yang tengah dikaji, yakni melalui BUMD atau kerja sama dengan pihak ketiga melalui mekanisme lelang.

Meski ada dua opsi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kalsel Yasin Thoyib menegaskan siapa pun pengelola Tugu Nol Kilometer itu harus benar-benar instansi yang tepat agar aset milik Pemprov Kalsel itu terawat dengan baik.

Hal ini ditegaskan Yasin Thoyib usai mengikuti rapat di Komisi III DPRD Kalsel di Banjarmasin, Selasa (5/5/2026).

Kepada wartawan, Yasin mengingatkan jika Tugu Nol Kilometer itu dibuka tanpa persiapan yang matang, maka dikhawatirkan bisa saja aset-aset di Nol Kilometer rusak karena tidak ada yang menjaga.

"Untuk pekerjaannya sudah baik dan selesai, tapi untuk dibuka perlu persiapan yang matang," ujarnya.

Yasin menambahkan karena pekerjaan Tugu Nol Kilometer ini sudah selesai, maka kemudian diserahkan ke Bagiam Umum secara operasional, karena pemeliharaan satu tahun, tapi di tahun 2027 baru diserahkan 100 persen.

Disinggung kabar PT Bangun Banua Kalsel bakal ditunjuk sebagai pengelola. Yasin mengakui pihaknya juga mendengar kabar tersebut.

"Kabarnya yang kami dengar PT Bangun Banua ingin mengelola, tentu juga harus dirapatkan yang rencananya Senin depan dengan tim ahli dari ULM," tutupnya.

Senada Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel Achmad Maulana membenarkan ada dua opsi untuk pengelolaan Tugu Nol Kilometer tersebut.

Maulana menambahkan munculnya dua opsi tersebut karena pihaknya ingin memastikan pengelolaannya berjalan optimal tanpa menimbulkan kerugian daerah.

"Aspek keuntungan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama," ujarnya.

Sedangkan untuk pengelolaan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dinilai lebih sederhana karena berorientasi pada fungsi sosial dan ibadah.

Politisi Golkar ini menyebutkan Biro Kesra Kalsel telah menyiapkan anggaran operasional, termasuk untuk imam tetap, imam Jumat, petugas kebersihan serta tenaga pendukung lainnya.

Penulis/Editor : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar