Karlie Hanafi : Ketersediaan Pupuk Persoalan Klasik Petani di Barito Kuala

by baritopost.co.id
0 comment 2 minutes read
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Dr H Karlie Hanafi Kalianda, SH, MH saat menggelar reses yaitu menemui masyarakat  untuk menyerah aspirasi di daerah pemilihannya Kabupaten  Barito Kuala.(foto : ist)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr H Karlie Hanafi Kaliaada, SH, MH telah menyelesaikan kegiatan resesnya untuk penyerapan aspirasi warga masyarakat di 16 desa di wilayah Kecamatan Rantau Badauh dan Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Dari hasil penyerapan aspirasi tersebut, politisi santun ini mendapati masalah yang mendasar dan terjadi di setiap desa adalah ketersediaan pupuk bersubsidi.

“Dari 16 desa yang menjadi titik reses, ternyata masalah yang dihadapi warga sama saja, yaitu ketersediaan pupuk bersubsidi, karena hanya sekitar 40 persen saja yang bisa terpenuhi dari kebutuhan,” ujar Karlie Hanafi dalam perbincangan dengan wartawan di Banjarmasin, Senin (20/5/2024) usai melaksanakan kegiatan reses pada 12 sampai 19 Mei 2024 di daerah pemilihannya Kabupaten Batola.

Baca Juga: Tuntaskan Reses Di 16 Titik, Paman Yani Komitmen Perjuangkan Suara Rakyat

Sedangkan 16 desa yang menjadi titik reses di Kecamatan Rantau Badauh adalah Desa Sungai Pantai, Des Danda Jaya, Desa Pindahan Baru, Desa Gampa Asahi, Desa Sungai Gampa, Desa Sungai Bamban, Desa Sungai Sahurai, Desa Simpang Arja dan Desa Sinar Baru.

Sedangkan titik reses di Kecamatan Jejangkit dilaksanakan di Desa Cahaya Baru, Desa Sampurna, Desa Jekangkit Muara, Desa Jejangkit Pasar, Desa Bahandang, Desa Jejangkit Barat dan Desa Jejangkit Timur.

“Mata pecarian utama masyarakat di daerah yang saya datangi adalah petani, karena itu minimnya ketersediaan pupuk menjadi masalah mendasar bagi mereka dan masalah pupuk ini selalu saja terjadi bahkan telah menjadi masalah klasik yang terjadi dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Padahal, katanya melanjutkan, petani setempat sudah menerapkan pembelian pupuk dengan sistem aplikasi, namun masih belum juga tercukupi.

“Tentunya hal ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait,” tambah Karlie Hanafi.

Baca Juga: Duta Genre HST Terus Sosialisasikan Penurunan Angka Stunting dan Sex Bebas

Sedangkan jenis padi yang ditanam adalah padi lokal seperti siam unus, karang dukuh dan sebagian jenis padi unggul.

“Selain bercocok tanam padi. Sebagian ada juga yang menanam jeruk, kelapa sawit, sayuran serta ada juga yang melakukan budi daya perikanan dan peternakan,” katanya.

Selain itu dalam kegiatan reses itu juga terungkap bahwa kesehatan masyarakat sudah sangat baik, pendidikan juga baik demikian pula masasalah keagamaan dan pembinaan generasi muda. Sementara yang masih perlu ditingkatkan adalah pembinaan terhadap generasi muda, khususnya di bidang seni budaya dan olahraga.

“Keberadaan BUMDes yang berfungsi sebagai penggerak perekonomian desa juga masih kurang bahkan bisa dikatakan belum jalan,” pungkas Karlie Hanafi.

Penulis/Editor/* : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment