oleh

Abdul Malik Tawarkan Uniska di ASEAN dan Sanusi Unggulkan Kesejahteraan Dosen/Karyawan

Banjarmasin, BARITO – Dalam Penyampaian Action Plan Calon Rektor Uniska MAB Periode 2021-2025 yang digelar Panitia Pemilihan Rektor Uniska MAB Periode 2021-2025 di Hotel Rattan In pada Kamis (1/4/2021) berlangsung menarik, dengan Panelis Prof Dr H Udiansyah MS,  Prof Dr H A Hafiz Anshary MA,  Prof Dr Alim Bachri MSi.

Pasalnya kedua Calon Rektor yakni Prof Abdul Malik MSi Phd. Dr H Sanusi MIKom sama-sama bertekad memajukan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin.

Dalam paparannya Prof Abdul Malik yang dikesempatan pertama untuk memaparkan Action Plan, dengan menonjolkan Visi agar Uniska Unggul dan Islami tingkat ASEAN 2031. Bahkan dalam program yang telah dilalui maupun program ke depan disampaikan secara matang selama 15 menit yang berikan moderator. “Uniska mampu meningkatkan kegiatan pendidikan menuju standar international yang berlandaskan nilai ke-Islaman. Ya, arah pengembangan Uniska MAB yakni daya saing nasional 2017-2021,” tuturnya.

Sedang jika Ia terpilih kembali sebagai Rektor Uniska 2021-2025, tentu Ia pun menargetkan Uniska masuk menuju daya saing ASEAN 2022-2026. “Mengingat perkembangan prodi, jumlah mahasiswa, dan jumlah dosen, serta tenaga/karyawan terus meningkat,” tandasnya.

Misalnya, ucapnya, hingga tahun 2020 jumlah Prodi 26, dan 20.375 mahasiswa,  serta tak kalah penting adalah peringkat Uniska (Kemenristek Dikti yakni 318) tahun 2020. ‘Artinya selama memimpin jadi Rektor Uniska 2017-2021 mengalami kenaikan, sebagai bukti pencapaian kinerja Uniska,” bebernya.

Sementara itu, Calon Rektor Dr H Sanusi MIKom diberi kesempatan kedua, dengan paparan kesejahteraan para dosen, dan karyawan, dengan target tahunan kinerja rektorat. “Mendorong berdaya saing, tentu dengan kesejahteraan seperti tambahan tunjangan transport (tunjangan kinerja)  Rp1-1,4jt/bulan, peningkatan dari Rp3.000 menjadi Rp7.000 perjam kehadiran.

 

Sanusi berharap Uniska tidak lagi menggantung pada Surat Persetujuan Pembayaran (SPP) yang dibayar mahasiswa. Memang saat ini pendapatan Uniska sangat besar dari pungutan SPP tersebut. Bila dihitung satu bulannya mahasiswa bayar SPP rata rata Rp 650 ribu dikali kan 17 ribu jumlah mahasiswa.

Namun, Sanusi tidak memandang seperti itu. Baginya, sudah saatnya Uniska membangun unit-unit usaha dimana hasilnya nanti bisa menutupi semua biaya kampus termasuk gaji dosen maupun karyawannya.

“Perguruan tinggi yang sehat itu adalah 40-60 persennya tidak lagi ketergantungan pada SPP. Ia harus punya usaha,” jelas Rektor Uniska 2005-2009 ini.

Unit usaha itu misalnya, lanjut Sanusi dibangunnya mini market yang dinamai ‘Uniska Mart’. Toko modern tersebut sangat potensial bila dikelola dengan cara profesional.

Bayangkan satu market itu saja setahun bisa meraup keuntungan Rp1 miliar. Nah Uniska Mart ini sangat potensi bisa mendapatkan itu, karena mahasiswa maupun warga umum bisa belanja,” bebenya.

Dari segi kemanfaatan lainnya, Uniska Mart juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat dijadikan objek edukasi usaha bagi mahasiswa baik itu yang ingin melakukan penelitian atau hal lainnya untuk kepentingan akademisi.

Jalannya usaha yang dimiliki perguruan tinggi ini juga dapat mensubsidi biaya SPP dan bahkan denda keterlambatan membayar SPP bisa saja dihapuskan atau di kurangi. Pasalnya, kampus tidak lagi berharap dari SPP. Kemudian, usaha lainnya seperti penginapan hingga kantin juga perlu dibenahi. “Saya jika terpilih melakukan maffing potensi sarana dan prasarana, artinya kita tidak tergantung dengan Yayasan Uniska dalam pembiayaan,” ujarnya dengan paparan Action Plan (prioritas) miliknya.

 

Senada itu, Plt Ketua Badan Pengurus Yayasan Uniska Hj Rahmi Hayati mengucapkan selamat kepada kedua Calon Rektor Uniska. “Selamat kepada kedua Calon Rektor Uniska yang me menyampaikan Action Plan Calon Rektor Uniska MAB Periode 2021-2025. Kita sama-sama mendengarkan dan program aksi mereka,” kata Hj Rahmi dalam sambutannya.

 

Bahkan, Ia beharap Rektor Uniska terpilih dapat membawa kemajuan Uniska, dan berkolaborasi dalam semangat kebersamaan.  “Terima kasih juga kepada Panitia Pemilihan Rektor Uniska MAB Periode 2021-2025 yang bersusah payah menyiapkan semuanya, sehingga terlaksana kegiatan ini. Semoga tertib dan lancer,” imbuhnya.

Wakil Ketua Panitia Pemilihan Rektor Uniska MAB Periode 2021-2025 Dr Murdiansyah Herman pun menyampaikan kesiapan panitia, mulai dari sosialisasi pemilihan, pendafatran, penjaringan, verifikasi, penetapan calon, hingga penyampai Action Plan Calon Rektor Uniska. “Insya Allah 10 April 2021 Penetapan Rektor Uniska, dan 29 April 2021 adalah Pelantikan Rektor Uniska 2021-2025,” tutup Dekan FISIP Uniska ini.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed