Warga Desa Sirih Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Minta Tingkatkan Infrastruktur Pertanian

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
SAMPAIKAN KELUHAN-Warga masyarakat Desa Sirih Kecamatan Kelumpang Kabupaten HSS sampaikan keluhan saat menghadiri kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Kartoyo SM.(foto : humasdprdkalsel)

Kalumpang, BARITOPOST.CO.ID Warga masyarakat Desa Sirih, Kecamatan Kelumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang mayoritas sebagai petani sampaikan keluhan kelangkaan pupuk, sekaligus mereka minta peningkatan infrastruktur pertanian, yakni jalan menuju areal persawahan.

Keluhan sekaligus permintaan itu mereka sampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Kartoyo SM yang menggelar kegiatan reses untuk penyerapan aspirasi di daerah pemilihan (dapil), Rabu (20/5/2026).

Dari rangkaian kegiatan penyerapan aspirasi di Desa Sirih menjadi titik terakhir dari total 16 lokasi reses yang dikunjungi politisi Nasdem itu di wilayah Kabupaten HSS.

Dari reses tersebut terungkap

sejumlah persoalan terutama di sektor pertanian dan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat.

Dikesempatan pertemuan itu tokoh masyarakat Desa Sirih, M Idris menyampaikan mayoritas warga menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun beberapa waktu terakhir, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh pupuk yang menjadi kebutuhan utama mendukung produktivitas pertanian.

"Rata-rata pekerjaan masyarakat bertani dan berkebun, tetapi masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk," ujarnya.

Senada Pambakal Desa Sirih Mardiansyah menyampaikan persoalan banjir yang terjadi secara rutin setiap tahun turut berdampak terhadap menurunnya produktivitas lahan pertanian masyarakat.

"Pertanian ini keluhannya banjir yang rutin tiap tahun. Sekarang yang bisa produktif hanya satu baris di atas tabing. Kalau dulu bisa sampai tiga sampai lima baris, sekarang sudah tidak bisa lagi," katanya.

Aspirasi lainnya disampaikan masyarakat yang berharap adanya peningkatan infrastruktur jalan menuju area persawahan agar aktivitas pertanian lebih mudah dan distribusi hasil panen dapat berjalan lebih lancar.

Dari aspirasi tersebut, Kartoyo mengatakan persoalan pertanian dan perkebunan menjadi isu yang paling dominan disampaikan masyarakat selama pelaksanaan reses di HSS.

Kartoyo mengucap syukur Alhamdulillah telah melaksanakan 16 titik reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan diakhiri di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang dan paling menonjol adalah persoalan pertanian dan perkebunan.

"Sangat disayangkan dalam kondisi saat ini masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh pupuk," ujarnya.

Diungkapkannya keresahan masyarakat akibat kelangkaan pupuk sempat memunculkan keinginan sebagian warga untuk menyampaikan aspirasi secara lebih luas. Namun situasi tersebut dapat dikelola dengan baik melalui peran tokoh masyarakat setempat.

"Masyarakat Desa Sirih hampir melaksanakan aksi penyampaian aspirasi, namun alhamdulillah ada tokoh masyarakat yang turut menjaga situasi tetap kondusif," tambahnya.

Ia berharap persoalan distribusi pupuk dapat segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan perlu memperoleh perhatian serius melalui penguatan dukungan program dan anggaran.

"Kami berharap persoalan pupuk ini dapat segera diselesaikan karena sangat krusial terhadap ketahanan pangan. Kami juga mendorong penguatan dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan disamping sektor perikanan serta peternakan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah," tegasnya.

Terkait kondisi banjir yang terus melanda wilayah Kalumpang, Kartoyo menyebut kondisi tersebut berdampak terhadap pola tanam masyarakat yang kini hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun.

Berdasarkan informasi dan kondisi lapangan yang ditinjau saat reses, terdapat dugaan adanya sumbatan aliran di Sungai Rantauan yang berada pada kawasan perbatasan Kabupaten Tapin dan HSS.

"Kita melihat langsung kondisi di lapangan dari Kalumpang, Tambingkar hingga Sirih untuk lahan pertaniannya hanya bisa satu kali tanam dalam setahun," sebutnya.

Ia menambahkan persoalan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kewenangan instansi teknis terkait, sehingga DPRD Kalsel akan melakukan koordinasi guna mendorong solusi penanganan banjir agar produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali meningkat.

Editor/* : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar