Makkah, BARITOPOST.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melalui Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026 mulai menyoroti persoalan kepadatan kamar jemaah Indonesia di Makkah.
Baca Juga: Domino Resmi Anggota KONI Pusat, ORADO Kalsel Apresiasi
Temuan itu muncul saat Timwas melakukan inspeksi langsung ke Hotel 502 Safwat Alshuruq di kawasan Raudhah. Dalam sidak tersebut, DPR menemukan indikasi adanya kamar yang ditempati lima jemaah, padahal kesepakatan awal hanya empat orang per kamar.
Situasi ini langsung menjadi perhatian serius karena dinilai bisa mengganggu kenyamanan dan kondisi fisik jemaah selama menjalankan ibadah haji.
DPR Temukan Kamar Diisi Lima Jemaah
Anggota Timwas Haji DPR RI Sri Wulan mengatakan hotel tersebut menjadi salah satu titik pemantauan pelayanan akomodasi jemaah Indonesia di Makkah.
Baca Juga: Domino Resmi Anggota KONI Pusat, ORADO Kalsel Apresiasi
Menurutnya, persoalan kapasitas kamar tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan haji. “Kami melihat ada kamar yang diisi lima orang, sementara kesepakatan awalnya empat orang,” ujar politisi Fraksi NasDem itu.
Sri Wulan menegaskan kondisi tersebut harus segera dievaluasi agar tidak terjadi di kamar-kamar lain.
Timwas menilai kepadatan kamar bisa berdampak serius terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama di tengah cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Domino Resmi Anggota KONI Pusat, ORADO Kalsel Apresiasi
Jemaah, kata Sri Wulan, membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar kondisi fisik tetap terjaga menjelang fase puncak haji. Menurutnya, kualitas akomodasi bukan sekadar soal fasilitas hotel, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan jemaah selama beribadah. “Menjelang puncak haji, kebutuhan pemulihan fisik jemaah semakin penting,” ucapnya.