Sampah Terus Menumpuk, Warga Banjarmasin Geram Minta DPRD Bertindak Tegas

by admin
0 comments 2 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID

Permasalahan sampah kembali menjadi sorotan tajam warga Kota Banjarmasin. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik, khususnya di kawasan Jalan Japri Zam Zam dan Jalan Teluk Dalam, memicu keluhan serius dari masyarakat yang merasa diabaikan oleh pemerintah.

Muhammad Jamil, warga Jalan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pengelolaan sampah di kota ini justru mengalami kemunduran, meskipun berbagai upaya dan kebijakan telah digaungkan.

“Kenapa sampah tidak diangkut lagi? Sampai menumpuk di beberapa TPS. Setiap lewat, bau menyengat selalu menghantui warga yang sedang beraktivitas,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari tanpa adanya tanda-tanda penanganan yang serius. Ia mempertanyakan apakah armada pengangkut sampah mengalami kendala, atau justru terjadi masalah yang lebih besar di tempat penampungan akhir.

“Apakah pengangkutan mandeg? Atau ada masalah di TPA Banjarbakula? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

Jamil juga menyoroti fakta bahwa kepala dinas terkait baru saja dilantik, namun belum terlihat adanya perubahan signifikan. Alih-alih membaik, ia menilai situasi justru semakin memburuk dengan tumpukan sampah yang kian hari kian bertambah.

Lebih jauh, ia mempertanyakan penggunaan dana retribusi sampah yang selama ini rutin dibayarkan masyarakat. Dengan nilai yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, warga menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kami ini bayar retribusi sampah. Tapi kenapa layanan justru tidak maksimal? Uangnya ke mana? Ini harus dibuka secara jelas,” katanya.

Warga pun mendesak DPRD Kota Banjarmasin untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta agar dewan segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup, bahkan jika perlu menghadirkan langsung wali kota untuk memberikan penjelasan kepada publik.

“Jangan sampai masalah ini terus berlarut dan mengganggu aktivitas warga. Sampah harus diangkut setiap hari. Itu kebutuhan dasar kota,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah kota dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Tanpa langkah cepat dan tegas, persoalan sampah bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Kini, publik menunggu: apakah pemerintah akan segera bertindak, atau kembali membiarkan tumpukan sampah menjadi pemandangan sehari-hari di Kota Seribu Sungai?

Penulis: Masrifani

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar