oleh

Saat Mencangkul, Salim Temukan Guci Dikebunnya

Pelaihari,BARITO – Salim, warga di Jalan Ambawang Kelurahan Sarang Halang Rt 3 menemukan sebuah Guci dari bahan tanah liat seukuran lumayan besar dikebunnya. Guci berdiameter garis tengah kurang lebih 20 cm dan tinggi kurang lebih 70 cm, serta terdapat patung kepala binatang Singa sebanyak 5 buah yang mngitari sisi atas Guci, didalam Guci tersebut juga terdapat tulang belulang. Sementara dibagian atas guci sendiri ditutupi oleh piring berwarna putih tua dan hijau, namun kondisisinya sudah pecah.

Ditemukannya guci itu saat Salim hendak mencangkul pada kebunnya pada Selasa, (30/3/2021) kemarin sekitar pukul 16.00 wita. Dan Salim pun mengamankan guci tersebut berikut pecahan piring kerumahnya.

Salin menuturkan, saat itu hendak mencangkul dikebun yang hendak ditanami tanaman rumput gajah. Saat mata cangkul yang dipakai menggali tanah gundukan dengan kedalaman kurang lebih 50 cm, terasa ada benturan keras dibawah tanah.

“Semula diduga sarang binatang sejenis semut, namun saat cangkul mengenai bagian piring penutup guci itu menyebabkan piring pun pecah, namun untuk gucinya aman terlihat utuh,”ungkapnya.

Ia menanbahkan, untuk tulang belulang bercampur tanah yang ada didalam guci itu kembali ia kubur kembali pada lokasi semula namun dibungkus dengan kain.

Informasi temuan guci itu pun langsung dilakukan pengecekan oleh Polsek Pelaihari. Kapolsek Pelaihari Ipda Felly Manurung bersama beberapa orang anggotanya pun kelokasi Kamis, (31/3/2021) bersama Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut.

“Kalau dilihat ada ditemukan tulang belulang, apakah itu tulang manusia atau bukan, sepenuhnya nanti dilakukan penelitian oleh tim Arkeologi Banbarbaru,”jelasnya.

Sementara itu Kabid Kebudayaan pada Disdikbud Tala Amperansyah mengatakan, untuk guci berikut pecahan piringnya sementara dititipkan dikantor Disdikbud, dan tulang belulang yang bercampur tanah itu yang dibawa tim arkeologi Banjarbaru untuk diteliti.

“Perlu beberapa hari untuk melakukan penelitian tulang-tulang tersebut, dan nanti hasinya akan disampaikan,”jelas Amperansyah.

Pada lokasi ditemukannya guci dan tulang belulang dalam guci yang tertutup piring itu sementara diminta oleh pihak yang berwajib kepada Salim untuk tidak melakukan penggalian atau pembukaan lahan disekitar temuan, akan tetapi tetap saja berkebun dilakukan pada poisis agak jauh dari titik temuan.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed