Makkah, BARITOPOST.CO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuat program wukuf khusus lansia pada 9 Dzulhijjah 1447 H. Langkah ini diambil sebagai wujud dari tagline haji 2026 ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Ada sekitar 400-an jemaah lansia yang ikut program ini.
Baca Juga: Aspek yang Dibahas Dalam Revisi UU Polri
Petugas PPIH Arab Saudi nanti akan memberatkan jemaah lansia ini ke Arafah sebelum waktu wukuf dimulai pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026. Para jemaah ini akan diangkut ke Arafah menggunakan 18 bus.
Baca Juga: Aspek yang Dibahas Dalam Revisi UU Polri
Setelah menjalankan program wukuf khusus lansia, kata Suviyanto, jemaah ini akan melakukan murur. Artinya, jemaah ini tidak mabit di Muzdalifah, melainkan hanya melintas dan tidak turun dari bus.
Adapun syarat jemaah yang dapat diikutkan program wukuf khusus ini adalah jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping dan, lansia yang membutuhkan layanan tambahan. “Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf,” kata dia.