Menteri Muhatruddin Teken MoU dan Isi Kuliah Umum di Kampus Uniska

by baritopost.co.id
0 comments 5 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Menteri Perlidungan pekerja Migran Indonesia Republik Indonesia Bapak Drs.H.Muhatruddin lakukan MoU dan PKS bersama Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB di Aula Kampus Uniska, Selasa (23/6/2026)

Penandatangan MOU dan PKS tersebut juga sekaligus bersama sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, mulai dari UNUKASE, UMB dan kampus swasta lainnya.

Tak ingin menyiakan, kegiatan juga dirangkai dengan Kuliah umum yang langsung diisi oleh bapak menteri.

Dalam sambutannya, Rektor UNISKA MAB, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia RI, Drs. H. Mukhtarudin, beserta rombongan yang telah berkenan hadir di Banjarmasin. Ia menilai penandatanganan MoU dan PKS tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya UNISKA MAB, untuk berkarier di tingkat internasional.

"Kami menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah berkenan hadir di Banjarmasin. Semoga kerja sama melalui penandatanganan MoU dan PKS ini dapat terlaksana dengan baik sehingga peluang dan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi kami untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka lebar," ujar Prof. Zainul.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan mendorong UNISKA MAB untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja global.

"Melalui penandatanganan kerja sama ini, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan sehingga mampu memenuhi standar dan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan di luar negeri," katanya.

Rektor berharap kuliah umum yang disampaikan Menteri P2MI RI dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai migrasi aman serta berbagai peluang kerja yang tersedia di luar negeri.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan kuliah umum hari ini dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa mengenai peluang dan kesempatan bekerja di luar negeri. Setelah menyelesaikan studi, mereka dapat memanfaatkan peluang yang tersedia dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Zainul juga memperkenalkan perkembangan UNISKA MAB yang saat ini memiliki 10 fakultas dengan 30 program studi, termasuk program pascasarjana. Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan akreditasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama internasional.

Ia menambahkan, kehadiran Menteri P2MI RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNISKA MAB, terlebih menjelang peringatan Dies Natalis ke-45 universitas tersebut.

"Kehadiran Bapak Menteri hari ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Terlebih, UNISKA MAB dalam waktu dekat akan memperingati Dies Natalis ke-45. Kehadiran Bapak Menteri menjadi hadiah yang sangat berharga bagi keluarga besar UNISKA MAB," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia RI, Drs. H. Mukhtarudin, mengatakan bahwa penandatanganan MoU dengan UNISKA MAB dan sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"MoU ini merupakan langkah kita menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu sampai hilir terkait perlindungan pekerja migran Indonesia. Perlindungan harus dilakukan dari semua sektor, mulai sebelum penempatan, saat penempatan, hingga setelah pekerja migran purna bekerja," ujarnya.

Menurut Mukhtarudin, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan maupun praktik pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural. Ia juga mengapresiasi keberadaan Migrant Center UNISKA yang menjadi pusat informasi bagi mahasiswa dan masyarakat mengenai tata cara bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.

"Tadi saya juga meninjau Migrant Center UNISKA yang menjadi pusat informasi bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana bermigrasi atau menjadi pekerja migran yang aman melalui proses yang benar dan prosedural," katanya.

Mukhtarudin menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari upaya perlindungan pekerja migran Indonesia.

"Sebenarnya dengan meningkatkan kualitas pekerja migran, itu adalah bentuk perlindungan. Mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi akan lebih terlindungi dalam pekerjaannya," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus menjalankan arahan Presiden untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas mereka agar mampu bekerja pada sektor formal dengan keahlian menengah hingga tinggi. Selain memberikan perlindungan, keberadaan pekerja migran Indonesia juga dinilai memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirim kepada keluarga di daerah.

"Dari sisi ekonomi dampaknya sangat besar. Remitansi yang dikirim pekerja migran kepada keluarganya memberikan dampak bagi perekonomian daerah, membantu mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Terkait kerja sama dengan perguruan tinggi, Mukhtarudin menilai kolaborasi tersebut akan membuka lebih banyak pilihan bagi lulusan untuk bekerja di dalam maupun luar negeri.

"Bagi lulusan yang ingin bekerja di dalam negeri kita siapkan jalannya. Bagi yang ingin bekerja di luar negeri juga ada jalannya. Yang penting pilihannya tersedia dan infrastrukturnya disiapkan," katanya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama tersebut adalah membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang holistik sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai migrasi aman dan peluang kerja internasional.

Melalui kuliah umum ini, UNISKA MAB kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan dan kesiapan menghadapi berbagai peluang karier di masa depan.

Penulis: Hamdani

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar