oleh

KPU Pastikan Tidak Ada Tambahan Pemilih di PSU

Banjarmasin, BARITO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah menjadwalkan penyelanggraaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel yang diamanatkan Mahkamah Konstitusi (MK), berlangsung 9 Juni 2021 mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel, Sarmuji di Banjarmasin, Senin (29/3) mengatakan, dalam pelaksaan PSU nanti, tidak ada dipastikan tidak ada tambahan daftar pemilih tetap (DPT). Justeru dimungkinkan berkurang, semisal ada yang meninggal dunia.

“Kami tadi malam sudah menerima surat dinas dari KPU RI bahwa yang akan diundang dalam PSU adalah yang masuk di 2020 lalu,” ujarnya di sela-sela rapat koordinasi persiapan PSU Gubernur/Wakil Gubernur Kalsel, di Banjarmasin.

Sarmuji juga mengatakan, pihaknya akan merekrut Badan Adhock untuk anggota Panitia Pemilihan Kecamatan(PPK), Panitia Pemungutan Suara(PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sesuai putusan MK yang diumumkan tanggal 19 Maret 2021.

“Tidak ada lagi petugas 2020 lalu terlibat dalam pelaksanaan PSU,” ujarnya.

Dalam rapat KPU juga menyampaikan agenda tahapan PSU kepada peserta yang diikuti dari unsur kepolisian dan TNI, Bawaslu, pengurus partai pengusung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait.
Terkait anggaran, Sarmuji mengaku pihakanya membutuhkan sekitar Rp19 miliar lebih. Adapun KPU Kalsel memiliki sisa anggaran Rp10 miliar dari pilkada lalu, sehingga tinggal dibutuhkan tambahan Rp9 miliar.

“Kami masih utak-atik lagi anggaran ini. Termasuk menanyakan ke KPU kabupaten dan kota yang wilayahnya menggelar PSU apakah ada sisa anggaran bisa digunakan. Jika masih kurang, maka kami usulkan minta ke pemprov,” katanya.

PSU Pilgub Kalsel akan diikuti dua pasangan calon, yakni petahana nomor urut 01 Sahbirin Noor dan Muhidin ditantang pasangan nomor urut 02, Denny Indrayana dan Difriadi Derajat.

PSU dilangsungkan di 827 TPS di tujuh kecamatan dan tiga kabupaten dan kota di Kalsel yang menggelar PSU dengan daftar pemilih 266.757 orang. Terdiri dari 502 TPS di Kabupaten Banjar, 24 TPS di Kabupaten Tapin dan 301 TPS di Kota Banjarmasin.
Penjabat Gubernur Kalsel, Dr Safrizal ZA MSi dalam pidato sambutannya mengingatkan, proses pilkada 2019 sudah terlaksana dengan lancar, meskipun pelaksanaan di masa pendemi covid-19. Kondisi ini ujarnya jadi tanggung jawaba bersama untuk memelihara dan menjaganya, termasuk menghadapi persiapan dan pelaksanaan PSU pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

PSU menurutnya, tentu akan meningkatkan suhu politik di provinsi ini, terutama pada wilayah – wi;ayah yang melaksanakan PSU tersebut. Karenanya diperlukan semangat persatuan menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi dengan isu-su yang memecahbelah kerukunan d masyarakat.

“Setinggi apapun suhu politik kita semua harus selalu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga persaudara, persatuan dan kesatuan masyarakat kita jangan sampai terbelah hanya karena beda pilihan Gubernur/Wakil Gubernur maupun Walikota/Wakil Walikota,” ujarnya melalui Asistem Adminstrasi Umum Setdaprov Kalsel, Heriansyah pada rapat koordinasi persiapan PSU Gubernur/Wakil Gubernur Kalsel, di Banjarmasin.
Disebutkan, pelaksanaan PSU nantinya merupakan ujian bagi demokrasi Kalsel. Suksesnys PSU mencerminksn kematangan Provinsi Kalsel dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.

Karena itu, KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel kiranya sudah mengambil langkah-langkah mempersiapkan tahapan PSU. seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel beserta seluruh jajarannya, kiranya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara berintegritas dan profesional.

“kita bersama-sama harus terus memantau dan memprhatikan proses PSU ini agar berjalan secara tertib aman dan lancar termasuk memastikan tahapan PSU aman dari penularan covid-19 yang masih menyebar cukup tinggi didaerah kita,” ujar Pj Gubernur .

Ia juga mengajak semua pihak, meningkatkan sinergi dan kerjasama sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing kelembagaan.
“Koordinasi harus kita lakukan secara berkelanjutan kita harus bergandengan tangan melibatkan TNI, Polri, Tokoh Agama, Masyarakat, ormas dan seluruh lapisan masyarakat agar pelaksanaan PSU pemilihan Gubermur dan Wakil Gubernur Kalsel bisa berlangsung secara tertib aman dan damai,” pungkasnya.

Editor: Salman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed