oleh

Hasnur Salurkan Bantuan Hingga Malam untuk Warga Desa Tanipah

Marabahan, BARITO – Tokoh muda Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasnuryadi Sulaiman, melihat langsung aktivitas warga bertahan hidup di tengah kepungan banjir di Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (30/1/2021) malam

Rendaman air setinggi lutut orang dewasa dirasakan anggota DPR RI ini, ketika menuju Posko Desa Tanipah untuk melihat langsung suasana pemukiman warga warga yang terisolir akibat dikepung banjir.

Kedatangannya di posko desa setempat, sontak membuat sejumlah aparat desa yang berjaga tampak sumringah dikunjungi tokoh muda Kalsel sekaligus membagikan kebutuhan bahan pokok warga.

“Terimakasih sebesar-besarnya, Pak Hasnur sendiri langsung ke desa kami menyerahkan bantuan,” ucap Kepala Desa Tanipah Roby Munajad

Robi menambahkan, bantuan kebutuhan bahan pokok makanan sangat diperlukan warga setempat. Pasalnya, sudah setengah bulan lebih banjir masih merendam desa dengan penduduk 270 kepala keluarga dan 870 jiwa yang rata-rata bekerja sebagai petani

“Bahan pangan sangat dibutuhkan, apalagi setelah banjir warga di sini gak bisa bertani,” paparnya

Sementara itu, Hasnur mengatakan kedatangannya adalah wujud empati terhadap masyarakat masih dilanda banjir. Selain menyerahkan bantuan, ia juga menyerap aspirasi warga untuk ditindaklanjuti pemerintah

“Bersilaturahmi dan berkomunikasi, siapa tau ada yang bisa kita bantu. Jadi tidak hanya menyerahkan bantuan, tapi kami sebagai anggota DPR RI bisa menyerap aspirasi dan bisa kita perjuangkan di pusat, provinsi maupun di daerah,” imbuhnya

Dia berharap kedatangannya di titik musibah dapat memotivasi warga agar tidak putus asa. Selain itu, Hasnur optimis masyarakat lainnya selalu bahu-membahu membantu untuk meringankan beban sesama

“Marilah kita bersama-sama berdoa, apa yang kita alami ini agar cepat berlalu dan cepat pulih, dan kita semua bisa melaksanakan kehidupan kita seperti sedia kala. Aamiin Allahumma Aamiin,” harapnya

Desa Tanipah merupakan salah satu titik yang cukup sulit diakses. Sekitar 7 kilometer jarak tempuh jalur darat menuju desa masih terendam air setinggi hingga 40 centimeter

Meski demikian, jalur darat untuk kendaraan roda empat menuju desa ini terputus di depan titik puing Jembatan Tanipah yang ambruk 2017 silam. Perjalanan dapat dilanjutkan melewati jembatan alternatif konstruksi kayu menyeberangi sungai.

Akses lainnya untuk menuju desa ini bisa ditempuh melalui sungai menggunakan moda transportasi air untuk menyalurkan bantuan

Penulis : iman satria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed