Ervin Edane dan Connie Dio Hentak Station Corner, Malam Rock Nostalgia Bikin Penonton Larut Bernyanyi

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
ROCK NOSTALGIA – Penampilan Vokalis Edane, Ervin Nanzabakrie bersama Connie Dio di Station Corner Cafe yang dikemas dengan konsep makan bersama sekaligus perayaan ulang tahun pemilik kafe. (Foto: Istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Suasana Station Corner Cafe berubah menjadi lautan nostalgia saat vokalis Edane, Ervin Nanzabakrie, tampil bersama sederet musisi rock Banua dalam sebuah pertunjukan musik yang dikemas dengan konsep makan bersama sekaligus perayaan ulang tahun owner Station Corner, Minggu (27/6/20226) malam

Acara dibuka oleh vokalis rock Banua Mifta “Judika” Koso yang langsung membakar semangat penonton lewat penampilannya.

Suasana kemudian semakin hangat ketika Connie Dio membawakan lagu hits Setitik Air, yang mengundang tepuk tangan para pengunjung.

Puncak kemeriahan mulai terasa saat Ervin Nanzabakrie berduet dengan Connie Dio membawakan lagu legendaris Cinta Kita, yang dipopulerkan Inka Christie dan Amy Search.

Perpaduan karakter vokal keduanya membuat lagu tersebut terdengar begitu emosional dan mendapat sambutan meriah.

Mereka kemudian melanjutkan penampilan dengan lagu Istana Menanti, lagu rock klasik yang dipopulerkan penyanyi asal Malaysia, Rahim Maarof.

Lengkingan vokal tinggi khas Ervin berpadu harmonis dengan karakter vokal Connie Dio.

Penampilan duet keduanya terasa semakin istimewa karena Connie ternyata masih memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu Ervin Nanzabakrie.

Di tengah pertunjukan, nuansa rock semakin membara saat lagu-lagu Jamrud dibawakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun owner Station Corner Cafe.

Atmosfer kafe semakin bergemuruh ketika lagu-lagu hits Edane dibawakan langsung oleh Ervin bersama Erol, vokalis band rock Banua BlackStone, yang belum lama ini meluncurkan album dan tengah bersiap merilis single terbaru.

Tak hanya menyuguhkan aksi para vokalis, pertunjukan juga menampilkan duel gitar memukau dari dua gitaris andal Kalimantan Selatan, Hurries dari Banjarmasin dan Agus Young dari Banjarbaru.

Aksi keduanya memukau penonton sebelum dilanjutkan dengan lagu Kau Pikir Kau Lah Segalanya (Kau Manis Kau Iblis) yang kembali menghidupkan suasana.

Setelah jeda singkat yang diisi sejumlah tamu dengan lagu-lagu nostalgia, Ervin kembali naik ke atas panggung untuk menutup malam penuh kenangan tersebut.

Lagu Benci Tapi Rindu, yang dipopulerkan almarhumah Diana Nasution, menjadi penutup yang sempurna.

Dengan karakter vokal serak dan lengkingan tinggi khasnya, Ervin berhasil menghadirkan nuansa berbeda yang membuat lagu tersebut terdengar semakin megah, magis, sekaligus mengundang penonton ikut bernyanyi hingga akhir acara.

Malam itu, Station Corner Cafe bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang bernostalgia bagi para pencinta musik rock yang larut dalam lagu-lagu legendaris Indonesia dan Malaysia.

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar