oleh

Capaian Vaksinasi Lansia Sebabkan Banjarmasin Jalani PPKM Level 3

Banjarmasin, BARITO – Gara-gara capaian vaksinasi lansia yang belum mecapai target 70 persen. Kota Banjarmasin kembali menelan pil pahit dan harus menjalani Pemberlakuan Pem-
batasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Informasi tersebut diketahui setelah membaca edaran yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri, M Tito Karnavian pada awal pekan tadi (9/5).

Di Provinsi Kalimantan Selatan Banjarmasin adalah satu-satunya daerah yang dimasukkan ke level 3. Sedangkan kota dan kabupaten tetangga, seperti Banjarbaru dan Barito Kuala diminta menerapkan
PPKM Level 2
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan, pihaknya telah menerima edaran tersebut dan mau tidak mau menjalankan intruksi yang ada pada edaran, yakni Banjarmasin menjalani PPKM level 3.

“Sesuai instruksi pusat masuk level 3,” katanya.

Mantan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel ini menjelaskan, masuk level lll ini penyebabnya adalah capaian vaksinasi lansia yang masih di bawah 70 persen. Meskipun data ril Dinkes telah 78 persen.

“Sebenarnya, data riil kami sudah 78 persen,” keluhnya.

Baca Juga:
Warga Desa Sungai Raya Dikenalkan Perda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Secara keseluruhan, capaian vaksinasi di Kota Seribu Sungai ini sudah mencapai 92,65 persen. Tren kasus covid juga sudah jauh menurun.

Data terakhir, hanya tersisa sembilan kasus aktif. Semuanya sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kalau target vaksinasi lansia belum tercapai, upaya yang sudah dilakukan selama ini menjadi tidak ada apa-apanya,”
jelasnya.

Dia berharap pusat bisa memaklumi. Karena mayoritas lansia yang tak divaksin lantaran riwayat penyakit penyerta (komorbid).

“Di situ kendalanya, malah bisa berdampak terhadap kesehatan lansia itu sendiri,” tutupnya.

Terpisah, anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqien membenarkan capaian vaksinasi lansia di Banjarmasin
masih rendah.

Per 8 Mei, vaksinasi lengkap dua dosis untuk lansia baru 33,97 persen. “Dibandingkan daerah lain di Kalsel, capaian vaksinasi lansia di sini paling tertinggal,”
katanya.

Maka, upaya pemko harus lebih ekstra. “Penting sekali untuk melindungi kelompok yang paling berisiko,”tuturnya.

Baca Juga:
Selama 2019-2021 Rp12 M Lebih Fee Proyek Masuk “Kantong” Abdul Wahid

Penulis : Hamdani

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

News Feed