oleh

Anggota DPD RI Peduli Banjir Bantu Sembako untuk Warga Puntik Batola

Banjarmasin, BARITO – Walau banjir sudah surut di beberapa kabupaten kota di Kalsel, namun masih banyak lagi kawasan yang belum turun airnya, Sabtu (6/2/2021).

Karena itu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Habib Abdurahman Bahasyim atau Habib Banua membagikan bantuan sembako ke Desa Puntik Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Bertolak dari Sekretariat Habib Abdurrahman Bahasyim membawa dua unit mobil berisi sebanyak 200 paket sembako, pagi itu menuju Desa Puntik Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola). Bantuan tersebut merupakan hasil urunan seluruh anggota DPD RI dan sebelumnya juga telah dibagikan di beberapa desa daerah lainnya.

“Jadi kami anggota DPD RI dalam kegiatan hari ini terlaksana berkat bantuan kawan-kawan dari anggota DPD RI se-Indonesia. Lebih khusus anggota dapil Kalimantan Selatan turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan sembako,”sebutnya kepada wartawan, Sabtu.

Dipilihnya Puntik Kecamatan Mandasrana Kabupaten Batola, karena sampai hari ini masih mengalami kebanjiran. “Tentu kita mendatangi masyarakat yang masih di desa-desa yang mungkin belum terjamah oleh para relawan yang lain dan mungkin bantuan-bantuan juga masih kurang di sana, “terang Habib Abdurahman Bahasyim.

Sebanyak 200 paket sembako yang dibagikan itu berupa beras, minyak goreng, gula, teh dan Indomie. Diharapkan dapat meringankan beban atau selama air masih belum turun ada sembako yang cukup beberapa hari, “tambah Habib Banua ini.

Terkait bencana banjir terparah dalam 50 tahun terakhir ini, Habib Abdurrahman Bahasyim sepakat menilai karena faktor alam. Lantaran hujan turun deras selama beberapa hari tanpa henti siang dan malam.

Apabila kembali terjadi musibah banjir ini, maka seluruh anggota DPD RI siap setiap bulan dipotong gaji Rp2Juta untuk bantuan terkait. “Jadi keputusan itu dibuat dalam sidang paripurna bahwa setiap bulan kami akan dipotong gaji apabila jika pada masa yang akan datang ada lagi bencana-bencana yang ada di seluruh Indonesia, “ujarnya didampingi Anang Tony.

Akan tetapi pihaknya berharap tentu jangan lagi terjadi, tapi ini hanya antisipasi saja hingga nanti ketika itu sampai terjadi ada dana yang secara cepat bisa disalurkan. Dia menyatakan bantuan dana potong gajih itu untuk masyarakat seluruh Indonesia.

Kepada pihak pemerintah provinsi Kalsel dan kabupaten kota diharapkan betul-betul serius untuk menangani persoalan banjir ini. Karena ia tidak ingin terjadi lagi, termasuk jika curah hujan kembali tinggi kemudian mesti ada antisipasi yang komprehensif.

Untuk itu perlu Sinergi antara satu instansi dengan instansi yang lain, sebab kalau dibiarkan maka banjir kembali melanda yang hampir merata di seluruh kabupaten kota. “Jadi kami meminta kepada pemprov agar betul-betul serius dan menjadikan tragedi banjir Kalsel ini menjadi isu strategis untuk penanganan bencana kedepan, “tegasnya.

Kepada masyarakat terdampak banjir berharap agar sabar atas musibah yang terjadi. Dirinya sangat prihatin dan berharap kepada masyarakat juga ikut sadar terhadap lingkungannya.

Dalam artian warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, hingga tidak lagi membuat bangunan yang menyebabkan saluran air menjadi mampet. Kepada para pengusaha pengusaha batubara juga diharapkan, agar mereka betul-betul menjalankan kewajiban, seperti reklamasi dan lain-lain sebagainya.

Dengan demikian para pengusaha bisa berusaha dengan nyaman dengan baik di Kalsel. Sementara masyarakat juga bisa merasakan manfaat ekonomi. Apabila reklamasi dilaksanakan dan tidak ada lagi saling menyalahkan, “pungkas Habib Abdurrahman Bahasyim.

Penulis : Arsuma/Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed