Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Gara-gara sepele nasi bungkus, nyawa melayang di Banjarmasin Selatan. Seorang penjaga parkir ditemukan tewas bersimbah darah di tengah jalan, tepat di depan SPBU Jalan Gubernur Soebarjo, Kelurahan Basirih Selatan, Senin (15/9/2026) dini hari.
Korban diketahui berinisial MH (41), warga Mantuil, Banjarmasin Selatan. Ia tewas dengan luka tusuk fatal setelah terlibat duel maut dengan seorang penjaga malam.
Sementara terduga pelaku R (38), warga Kabupaten Tanah Laut yang berprofesi sebagai jaga malam, kini harus terbaring kritis. “Pelaku masih menjalani perawatan medis di RSUD Ulin Banjarmasin akibat luka-luka serius dalam perkelahian tersebut,” ungkap petugas.
Berawal dari Tawaran Nasi Bungkus
Baca Juga:
Kronologi berdarah itu bermula pada Senin (15/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WITA. Saat itu saksi Zakaria (23) dan pelaku R tengah duduk santai di pos jaga depan SPBU. Korban MH datang menghampiri sambil menawarkan sebungkus nasi kepada Zakaria.
Tawaran itu ditolak halus oleh saksi dengan jawaban “SUDAH KENYANG”. Korban pun beralih menawarkan nasi bungkus tersebut kepada pelaku R.
Tak disangka, jawaban pelaku dalam bahasa Banjar memicu emosi: “JAKANYA DUA BUNGKUS KUMAKAN AI, KAM JA MAKAN SORANGAN”.
Korban yang tak terima membalas dengan nada tinggi “HAH APANYA” yang langsung dibalas dengan kata serupa oleh pelaku. Adu mulut pun tak terhindarkan.
Dalam kondisi emosi, korban MH tiba-tiba mencabut sebilah pisau belati dari pinggang kirinya. Melihat lawannya bersenjata, pelaku R berdiri dan meraih balok kayu sepanjang sekitar 2 meter yang ada tak jauh dari pos jaga.
Baca Juga:
Duel Maut di Tengah Jalan
Korban kemudian menyerbu pelaku hingga ke tengah jalan. Melihat situasi memanas, saksi Zakaria panik dan langsung menelepon saksi M Yusuf untuk meminta bantuan.
Perkelahian sengit tak terelakkan. Korban sempat di atas angin, menduduki pelaku yang terjatuh dan menusuk sebanyak 4 kali. Beruntung pelaku berhasil menghindar, meski tetap menderita luka tusuk di dada dan luka gores di perut.
Keadaan berbalik 180 derajat. Pelaku berhasil merebut pisau belati milik korban dan balik menguasai keadaan. Kini giliran pelaku yang berada di atas korban dan menghujamkan pisau sebanyak dua kali ke arah leher dan dada.
Baca Juga:
Serangan balik itu menjadi penentu. Korban mengalami luka gores di dagu dan dua luka tusuk fatal di leher dan dada hingga meregang nyawa di tengah jalan.
Zakaria yang histeris mencoba melerai sambil berteriak “SUDAH MATI” dan merebut pisau dari tangan pelaku serta menjauhkan pelaku dari korban. Saat Yusuf tiba di lokasi, korban sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Usai kejadian, tim dari Polsek Banjarmasin Selatan langsung bergerak cepat ke TKP. Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau belati beserta sarung coklat panjang sekitar 25 CM dan satu balok kayu panjang sekitar 2 meter.
Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno, Kamis (17/9/2026) mengatakan, korban kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Sementara pelaku masih dalam perawatan dan penjagaan ketat petugas di IGD RSUD Ulin.
“Pelaku masih dalam perawatan. Setelah kondisinya membaik akan kami lakukan pemeriksaan intensif. Kini pelaku kami jerat sesuai Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru,” ujar Sudirno kepada awak media.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post