Manajemen KM Virgo Transport 8 Tunggu Hasil KNKT, Bantah Alarm tak Berbunyi dan Dahulukan Awak

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
Perwakilan pemilik kapal KM Virgo Transport 8 Adv DR Achmad Rusdiannor SH ME CRA, CIL,CLA, CLPP,CTA, CRM, CTP. saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Manajemen pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 memilih tidak berspekulasi soal penyebab musibah yang terjadi Minggu dini hari, 13 September 2026, di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Pihak pemilik kapal sepenuhnya menyerahkan proses pemeriksaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hal itu ditegaskan perwakilan pemilik kapal, Adv DR Achmad Rusdiannor SH ME CRA, CIL,CLA, CLPP,CTA, CRM, CTP kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/9/2026).

Rusdiannor mengatakan, hasil pemeriksaan KNKT nantinya akan menjadi pijakan utama bagi manajemen untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami selaku manajemen dan mewakili pemilik kapal pastinya akan mengikuti prosedur perundang-undangan yang berlaku, terutama dalam penyelesaian musibah ini. Kita masih dalam proses pemeriksaan KNKT,” ujar Rusdiannor.

Menurutnya, manajemen akan menjalankan seluruh kewajiban sesuai hasil pemeriksaan dan kesimpulan yang nantinya disampaikan KNKT.

“Semoga setelah ada kesimpulan KNKT kami bisa menjalankan apa yang memang harus kami laksanakan sebagai pemilik kapal,” katanya.

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, sejumlah informasi mengenai kejadian dan proses evakuasi turut menjadi sorotan. Salah satunya kabar bahwa alarm kapal tidak berbunyi saat musibah terjadi.

Rusdiannor membantah hal itu. Berdasarkan informasi yang diterima manajemen, alarm kapal sebenarnya berbunyi. Perbedaan keterangan dengan salah seorang korban disebutnya bisa terjadi karena posisi korban saat itu sudah berada di luar.

“Sudah ditemukan bahwa sebenarnya pada saat bencana itu alarm berbunyi. Statement salah satu korban yang menyatakan tidak berbunyi, kemungkinan beliau karena sudah di luar posisinya sehingga tidak mendengar alarm,” jelasnya.

Kendati demikian, manajemen tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri. Kepastian soal alarm berbunyi atau tidak tetap menunggu pembuktian resmi dari KNKT.

“Kita tunggu nanti KNKT yang membuktikan, berbunyi atau tidak. Mohon masyarakat bersabar menunggu keputusan KNKT,” tegasnya lagi.

Manajemen juga membantah keras anggapan bahwa awak kapal lebih dulu menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan meninggalkan penumpang.

Menurutnya, evakuasi berlangsung dalam kondisi darurat dan dilakukan secara bersamaan. Situasi kapal berubah sangat cepat sehingga tidak ada yang saling mendahului antara awak dan penumpang.

“Sekoci itu sebenarnya bersama-sama waktu itu. Jadi bersama-sama penyelamatannya, bukan ada saling mendahului dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi kapal berubah drastis dalam waktu singkat. Bahkan, dalam perkiraan sekitar lima menit, kapal sudah oleng hingga akhirnya terbalik.

“Mohon maaf, kejadiannya begitu cepat. Dalam waktu lima menit kapal sudah langsung oleng, langsung terbalik,” katanya.

Terkait proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan musibah tersebut, Rusdiannor mengakui adanya klarifikasi. Namun, ia belum dapat memastikan secara rinci siapa saja yang telah dimintai keterangan.

“Kalau diperiksa itu dalam hal misalnya klarifikasi, ada. Tapi saya belum jelas siapa-siapa yang termasuk diperiksa,” pungkasnya.

Manajemen menegaskan belum akan menarik kesimpulan mengenai penyebab musibah maupun pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Seluruhnya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi KNKT.

Penulis Filarianti/man Satria

Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar