Sekolah dan Kampus Dapat Sesuaikan Jurusan Peminatan dengan Potensi Daerah

by adm barito post
0 comments 2 minutes read
Pengamat Pendidikan Dr H Akhmad Murjani MH MKes SH MH

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Penambahan jurusan pendidikan di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi diharapkan dapat disesuaikan dengan minat dan potensi unggulan masyarakat setempat, khususnya bagi anak-anak di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca Juga: Brigjen Pol Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Pernah Jabat Dirreskrimsus dan Wakapolda Kalsel

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi ini. Mengingat Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hingga kehutanan, maka kurikulum pendidikan pun sebaiknya menyesuaikan kondisi tersebut.

Pengamat pendidikan Dr H Akhmad Murjani MH MKes SH MH menegaskan perlunya penguatan jurusan yang relevan dengan sektor unggulan daerah tersebut.

“Jadi perlu dikuatkan jurusan teknik-teknik yang berkaitan dengan pertambangan, kelapa sawit, dan kehutanan di sekolah, baik itu sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya.

Baca Juga: Brigjen Pol Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Pernah Jabat Dirreskrimsus dan Wakapolda Kalsel

Selain jurusan teknis, menurut dosen di Universitas Cahaya Bangsa (UCB) ini, keberadaan program study yang berhubungan dengan audit juga sangat dibutuhkan dan harus diperkuat keberadaannya. Dukungan dari pemerintah daerah pun menjadi kunci agar kesempatan belajar di jurusan-jurusan sesuai potensi daerah ini dapat diakses oleh generasi muda secara luas.

“Ya, jurusan-jurusan peminatan tersebut sebaiknya dikuatkan keberadaannya, dan pemerintah daerah perlu memberikan dukungan nyata. Tujuannya agar anak-anak di Kalimantan Selatan bisa bersekolah di bidang yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya,” jelas Murjani.

Baca Juga: Brigjen Pol Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Pernah Jabat Dirreskrimsus dan Wakapolda Kalsel

Ia juga menyarankan agar pemerintah menyediakan skema bantuan biaya pendidikan, seperti beasiswa, bagi siswa yang memilih jurusan-jurusan unggulan tersebut di daerah asalnya masing-masing.

Hal serupa juga diterapkan untuk jenjang perguruan tinggi, terutama pada bidang-bidang vital seperti kesehatan, yang meliputi kedokteran, keperawatan, dan program studi terkait lainnya.

“Mereka harus diberikan dukungan biaya pendidikan, apalagi bagi mereka yang berprestasi. Sebagaimana hebat pun prestasi yang diraih, jika tidak ada dukungan pembiayaan, maka cita-cita tersebut sulit terwujud,” tambahnya.

Baca Juga: Brigjen Pol Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Pernah Jabat Dirreskrimsus dan Wakapolda Kalsel

Bentuk dukungan pembiayaan ini juga diharapkan dapat menjangkau anak-anak berpotensi yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke lembaga pendidikan kedinasan, seperti Akademi TNI, Akademi Kepolisian, dan institusi sejenisnya.

Lebih lanjut, Murjani berharap lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, tidak lagi seragam dalam membuka program studi. Pembukaan jurusan yang cenderung sama di berbagai tempat dinilai memicu masalah baru, di mana banyak lulusan yang tidak memiliki keahlian khusus dan akhirnya kesulitan bersaing di dunia kerja.

Baca Juga: Brigjen Pol Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Pernah Jabat Dirreskrimsus dan Wakapolda Kalsel

“Kita tidak ingin lagi membuka jurusan yang sama di mana-mana, karena akibatnya banyak lulusan yang tidak memiliki keahlian spesifik dan kesulitan memperoleh pekerjaan. Harapannya, anak-anak di Kalimantan Selatan setelah lulus sekolah maupun kuliah, langsung memiliki keahlian dan siap bersaing di pasar kerja,” imbuhnya.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar