oleh

Rawan Pencurian dan Ular masuk Rumah, sebagian Warga Sungai Tabuk Pilih tak Mengungsi

Sungai Tabuk, BARITO – Meskipun banjir yang melanda Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar mulai surut,
di Jalan raya, Senin (25/1/2021). Namun di dalam perumahan di sepanjang Sungai Lulut, Gudang Hirang Km 10 sampai Pemakuan Km 13 masih terendam banjir.
Lantaran di jalan dalam komplek masih tingginya setengah lutut orang dewasa. Sedangkan di dalam rumah masih ada air masuk beberapa jari.
Seperti di kawasan Sungai Lulut Km 9,300 Komplek Pesona Mujib (MJ) Perdana 1 dan 2 RT 16, mereka tetap memilih bertahan demi keamanan rumah dari pencurian. Belum lagi khawatir ada ular masuk bakal membahayakan keselamatan penghuninya.

Di MJ 1 misalnya warga Aji (34) memilih bertahan bersama istrinya dan bayinya usia beberapa bulan. Sementara dapur umum di depan komplek, baik MJ 1 dan 2 juga menyuplai warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.

“Kebetulan rumah agak tinggi lantainya , jadi kami tetap di sini menunggu komplek. Alhamdulilah dapur umum di luar komplek cukup buat makan “bebernya pernah kedatagan ular di halaman.

Sedangkan ular masuk ke dalam rumah dialami Mama Putri (30) juga d MJ 1, bahkan ular itu sudah masuk ke dalam lemari pakaian merk Olimpic atau bahan yang terbuat dari serbuk dipress. Ibu dua anak balita itu pun meminta warga untuk mengusir ular itu ke luar.

Lain lagi kisah seorang dengan julukan “Pembakal” yang rumahnya di tengah kompelk MJ 1. Dia menyatakan sudah membunuh tiga jenis ular dengan samurainya yang jumlahnya sekitarnya 10 ular, baik ular Cobra, Sanca dan Sawa.

Sementara yang membuat warga lainnya bertahan juga karena adanya kebersamaan dan kekeluargaan. Mereka difasilitasi motor Tosa oleh warga setempat, sehingga dengan mudah bolak balik masuk kampung untul mengantar logistik atau sembako maupun keperluan lainnya.

Penulis: Arsuma 
Editor : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed