Misteri Rumah Puang, Film Horor Lokal Kalsel, Angkat Legenda Banua, Siap Bikin Merinding

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
SEGERA TAYANG - Film Misteri Rumah Puang asal Banua Kalsel segera tayang akhir Agustus tahun 2026, Rabu (19/8/2026).(foto : ist)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Pecinta film horor Kalimantan siap-siap! Film terbaru berjudul “Misteri Rumah Puang” resmi tayang dan langsung jadi perbincangan warganet Kalsel, Rabu (19/8/2026).

Film ini mengangkat cerita urban legend yang sudah lama beredar di masyarakat Banjar tentang sebuah rumah tua milik “Puang” sebutan untuk orang terhormat atau tua di Banjar yang menyimpan banyak misteri dan penunggu.

Dengan latar lokasi syuting di rumah-rumah tua khas Banjar dan suasana pedesaan Kalsel, film ini sukses memadukan unsur horor psikologis dengan kearifan lokal. Pemainnya juga banyak aktor atau aktris lokal Banjarmasin.

Netizen pun ramai memberi review “merinding dari awal sampai akhir. Settingnya berasa banget Banjarnya” dan “Akhirnya ada film horor yang ceritanya dekat sama kita”.

Misteri Rumah Puang diharapkan bisa jadi awal kebangkitan industri film horor berbasis budaya lokal Kalimantan. Hal ini menjadi industri perfilman daerah kembali menggeliat, film ini mulai tayang di bioskop dan platform digital.

Film ini mengisahkan sekelompok anak muda yang nekat menginap di sebuah rumah tua milik seorang “Puang” di pedalaman Kalsel.

Niat awal untuk konten, berubah menjadi teror saat mereka diganggu sosok-sosok misterius penjaga rumah tersebut.

Yang membuat berbeda, film ini kental dengan budaya Banjar. Mulai dari dialog berbahasa Banjar, properti rumah panggung, hingga kepercayaan lokal tentang pantangan dan penunggu rumah.

Sutradara menyebut tujuannya bukan hanya menakut-nakuti, tapi juga melestarikan cerita rakyat agar tidak punah.

“Kami ingin tunjukkan kalau Banua punya cerita horor yang khas dan layak diangkat ke layar lebar,” ujar Iqbal.

Dengan budget (anggaran) terbatas namun kreativitas tinggi, “Misteri Rumah Puang” menjadi bukti bahwa sineas lokal mampu bersaing dan membawa nama Kalimantan ke kancah perfilman nasional.

Oded, salah satu pemain juga diminta Iqbal selaku sutradara, yang mana film ini baru dibuat sejak kemarin dan selesai dalam waktu 10 hari mendatang.

“Iqbal merupakan sutradara, sedangkan saya sebagai penjahat dalam cerita itu,” terang pria asal Bandung ini.

Lokasi syuting ada di SMPN 2 Banjarmasin dan rumah Bang Yusuf dan Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Beringin serta lintasan destinasti wisata. Lokasi wisata itu sesuai permintaan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda.

Film ini selesainya diperkirakan pada 26 Agustus mendatangkan. Sementara biaya sepenuhnya dari Yusuf produser selaku penyandang dana.

“Untuk pemain 20 artis nasional dan 80 artis daerah, termasuk dari anak-anak sebanyak 9 sekolah,” tambah Iqbal saat ditemui di sela-sela syuting hari kedua di SMPN 2 Banjarmasin.

Termasuk guru Ira pemain lokal dari SMPN 7, Akhmadi guru SMPN 31 Banjarmasin turut main film tersebut. Bagi siswa hal itu merupakan kebanggan dapat perannya masing-masing.

Penulis : Arsuma

Editor : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar