FunRide Independence Day, Semangat Persaudaraan di Hari Kemerdekaan

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
(foto:istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Deru mesin dan barisan sepeda motor mewarnai sejumlah ruas jalan Kota Banjarmasin, Senin (17/8/2026).

Ratusan rider dari berbagai komunitas melaju bersama, membawa satu semangat merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat persaudaraan.

Mengusung tema FunRide Independence Day, kegiatan yang digagas Ladies Scoot Banjarmasin itu menjadi cara unik para penghobi motor memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak ada suasana formal. Para rider berkumpul, bercengkerama, lalu melaju dalam satu rombongan. Dari Ocean Cafe Kayu Tangi, mereka menyusuri Jalan Lambung Mangkurat, Jalan A Yani, Jalan Gatot Subroto, sebelum akhirnya tiba di La Majesty Cafe, Jalan Pangeran Hidayatullah.

Bagi para rider, perjalanan tersebut bukan sekadar berkeliling kota. Ada persahabatan yang dirawat, komunitas yang dipertemukan, dan semangat kemerdekaan yang dirayakan bersama.

Ketua Ladies Scoot Banjarmasin, Dea, mengatakan kegiatan tersebut awalnya digagas secara spontan. Kedekatan antarkomunitas motor membuat informasi mengenai acara dengan cepat menyebar dari satu klub ke klub lainnya.

“Melihat antusias para club motor yang ada di Banjarmasin tinggi, rencananya riding seperti ini rutin kita gelar setiap tahunnya. Di samping ngumpul, kita sama-sama memperingati HUT RI ke-81,” katanya.

Setibanya di lokasi finis, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Para rider yang sebelumnya memenuhi jalan dengan deru mesin berdiri bersama menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.

Setelah itu, suasana kembali cair. Berbagai permainan dan lomba digelar untuk menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan. Namun, ada cerita lain yang membuat FunRide Independence Day kali ini terasa istimewa.

Di antara ratusan rider Banjarmasin, terdapat dua pengendara dari CHOPSEX Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka sebenarnya sudah bersiap melanjutkan perjalanan pulang, tetapi kemudian memutuskan menunda kepulangan setelah mendapat informasi mengenai kegiatan tersebut.

Bang Kibo mengatakan, beberapa hari sebelumnya mereka berada di Loksado untuk engikuti kegiatan Route360. Setelah itu, mereka menuju Banjarmasin dan bertemu dengan awan-kawan dari Banjarmasin Vespa Club (BVC).

Pertemuan tersebut ternyata erlanjut menjadi perjalanan yang tak direncanakan.

“Beberapa hari yang lalu kami di Loksado mengikuti Route360, kemudian ke Banjarmasin bertemu teman-teman BVC. Dari situ kami menunda balik ke Pontianak setelah dapat informasi ada riding memperingati HUT RI ke-81,” ujar Bang Kibo.

Keputusan sederhana untuk menunda perjalanan pulang itu justru menghadirkan pengalaman baru. Mereka tidak hanya mengikuti riding, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan bersama komunitas motor di Banjarmasin.

Bagi Musafir, rider lainnya dari CHOPSEX Pontianak, mengatakan perjalanan bersama komunitas Vespa Banjarmasin menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan panjang yang telah mereka tempuh.

Selama puluhan hari, perjalanan mereka mencapai sekitar 2.600 kilometer.

Di tengah jauhnya perjalanan, pertemuan dengan sesama penggemar Vespa di Banjarmasin menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.

“Komunitas motor khususnya Vespa di Banjarmasin sangat luar biasa. Ini menjadi cerita menarik saya saat berada di Banjarmasin,” paparnya.

Perjalanan panjang itu seolah menemukan persinggahan yang tepat pada hari kemerdekaan. Bukan hanya soal kendaraan atau jarak yang ditempuh, tetapi tentang bertemu orang-orang baru yang memiliki kegemaran dan semangat yang sama.

Bagi komunitas motor, persaudaraan memang tidak selalu lahir dari satu daerah. Kadang, ia tumbuh dari sebuah pertemuan singkat, secangkir kopi, obrolan di pinggir jalan, lalu berlanjut menjadi perjalanan bersama.

Antusiasme peserta juga mendapat apresiasi dari Bro Surya, perwakilan Borneo Riders Brotherhood. Menurutnya, kegiatan yang awalnya direncanakan secara dadakan tersebut justru mampu mengumpulkan ratusan rider dari berbagai komunitas.

“Walaupun direncanakan dadakan, namun bisa menghadirkan ratusan rider yang ada di Banjarmasin,” ujarnya.

Surya menilai kegiatan semacam itu layak dijadikan agenda tahunan. Selain menjadi sarana memperingati kemerdekaan, riding bersama juga memperkuat komunikasi dan persaudaraan antarkomunitas.

“Momen seperti ini menurut saya layak menjadi agenda tahunan Ladies Scoot Banjarmasin. Kami dari Borneo Riders Brotherhood siap men-support kegiatan tahun depan,” katanya.

Hari itu, Banjarmasin bukan hanya menjadi tempat para rider melintas. Kota seribu sungai tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai persaudaraan dari komunitas lokal hingga rider yang datang dari jauh.

Penulis : Iman Satria

Editor : Dadang Yulistia

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar