Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan saat aksi demo meminta berhentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin berakhir kecewa karena mereka gagal bertemu 11 anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel, Senin (15/6/2026).
Mahasiswa yang gagal bertemu wakil Kalsel di Senayan itu meluapkan kecewanya saat berorasi dihadapan Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr (HC) H Supian HK, SH, MH didampingi wakilnya H Kartoyo SM dan HM Alpiya Rakhman, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifa, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian serta anggota dewan lainnya.
Perwakilan mahasiswa saat orasi dengan lantang menyampaikan betapa kecewanya mereka yang datang menyampaikan aspirasi tapi seperti tidak dihargai oleh wakil rakyat yang ada di Senayan.
“Dari beragam kebijakan pemerintah pusat, seolah-olah mereka diam, apakah dapil Kalsel tidak punya power di DPR RI, itu yang jadi pertanyaan kami,” teriak perwakilan mahasiswa.
Peserta aksi unjuk rasa ini juga menyesalkan saat mereka datang menyampaikan aspirasi, tapi wakil rakyat di Senayan yang mereka harapkan kehadirannya malah tidak berhadir.
“Ketika wakil rakyat diminta kembali ke wilayah pemilihannya harusnya kalau memiliki kesadaran maka mereka bisa hadir disini,” sentil perwakilan pendemo.
Baca Juga:
Merespon kekecewaan mahasiswa, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan sebelumnya pak ketua dewan sudah menghubungi perwakilan Kalsel di DPR RI, namun berbarengan hari ini mereka sedang bertugas di DPR RI, tapi ada pemberitahuan dari perwakilan disana mereka kalau diberi waktu tiga hari mereka akan hadir di Banjarmasin untuk berdialog dengan adik-adik mahasiswa.
Meski telah direspon oleh anggota DPRD Kalsel, namun mahasiswa tetap ngotot agar bisa bertemu wakil rakyat Kalsel di Senayan.
Menyikapi sikap ngotot mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo menegaskan sikap pihaknya sebenarnya sama dengan keinginan mahasiswa untuk menghadirkan 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel, tapi untuk merealisasikan keinginan itu harus ada legal formalnya karena DPRD ini adalah sebuah lembaga.
“Kalau kalian memaksakan seperti itu kami tidak bisa itu bukan kewenangan kami,” ucap Kartoyo.
Lanjutnya tapi kalau mereka merasa bertanggungjawab atas Kalsel tentunya harus hadir, tapi kalau mereka tidak mau hadir kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Karena itu Kartoyo meminta ketua dewan membuat legal formalnya kalau bisa langsung disampaikan untuk meminta kehadiran 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel.
Untuk diketahui 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel tersebut :
Baca Juga:
Bambang Heri Purnama (Partai Golkar)
Sandi Fitrian Noor (Partai Golkar)
Irjen Pol (Purn) Drs Rikwanto (Partai Golkar)
Rifqinizamy Karsayuda (Partai Nasdem)
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (Partai Nasdem)
Mariana (Partai Gerindra)
Muhammad Rofiqi (Partai Gerindra)
Pangeran Khairul Saleh (PAN)
Endang Agustina (PAN)
Sudian Noor (PAN)
Habib Aboe Bakar Al Habsyi (PKS)
Ketua DPRD Kalsel Supian HK usai berdialog dengan mahasiswa mengungkapkan secara kelembagaan DPRD Kalsel akan mengundang 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel, apakah nantinya semua akan hadir atau hanya sebagian, tapi kita tetap mengundang 11 orang yang mewakili Kalsel di pusat.
Supian HK menegaskan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa ini semua ranahnya di pusat, karena tuntutannya itu semua program pusat, jadi kita ini hanya memfasilitasi dan menyampaikan kepada mereka yang mewakili daerah pemilihan di Kalsel.
“Insyaallah kita upayakan tiga hari waktunya untuk menghadirkan 11 anggota DPR RI Dapil Kalsel,” ujar Supian HK.
Baca Juga:
Upaya menghadirkan wakil rakyat asal Kalsel di Senayan, imbuhnya, karena tuntutan mahasiswa itu bukan masalah peraturan daerah (perda), peraturan pemerintah (PP) atau peraturan gubernur (pergub), tapi ini masalah undang-undang (UU), seperti MBG, kenaikan BBM, UU Kepolisian dan pendidikan.
“Kita ini hanya sebatas mendengarkan aspirasi kemudian menyampaikan aspirasi itu,” tukasnya.
Supian HK menyebutkan surat pemberitahuan dari mahasiswa untuk bertemu wakil rakyat Kalsel di Senayan itu diterima pada hari Sabtu, kemudian kita kirim pada minggu, sedangkan hari ini (Senin) di Jakarta juga berbarengan ada aksi demo.
“Anak-anak mahasiswa yang demo agar bisa memahami situasinya jangan menyalahkan seolah-olah kita tidak bertanggung jawab,” pintanya.
Ditambahkan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian, pihaknya di Fraksi Nasdem akan menghadirkan dua anggota DPR RI Dapil Kalsel dari Partai Nasdem.
“Insyaallah dua orang anggota DPR RI Dapil Kalsel dari Nasdem pasti datang,” ucapnya.
Dua orang dimaksud, sebut Jahrian, yakni Rifqinizamy Karsayuda dan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.
“Pak Machfud Arifin dan Rifqinizamy Karsayuda sudah saya hubungi agar nantinya bisa menjelaskan semua yang dikehendaki oleh mahasiswa saat aksi demo,” terangnya.
Jahrian menegaskan apa yang dilakukan pihaknya untuk merespon aspirasi yang sudah disampaikan mahasiswa saat berunjuk rasa.
“Kita jembatani apa yang diinginkan mahasiswa,” tutupnya.
Aliansi BEM se-Kalsel yang menggelar aksi unjuk rasa damai membawa empat tuntutan :
Menuntut pemerintah untuk segera memberhentikan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).
Mendesak pemerintah pusat segera membatalkan kenaikan BBM dan kebutuhan pokok yang mencekik perekonomian rakyat.
Menolak revisi UU Polri.
Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya diwilayah terpencil.
Penulis/Editor : Sophan Sopiandi
Follow Google News Barito Post