oleh

KONI Kalsel Bersiap Menuju PON Papu

Banjarmasin, BARITO – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papu tetap dilaksanakan tahun ini. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel pun kini bersiap menuju multi even olahraga empat tahunan tanah air tersebut.

Adanya kepastian tidak adanya penundaan lagi PON XX Papua, membuat KONI Kalsel memaksimalkan waktu tersisa untuk mempersiapkan atlet terbaiknya. Perhelatan PON akan dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021 di Papua.

“Atlet yang telah melakukan persiapan selama ini, harus dioptimalkan karena PON tetap dilaksanakan tahun ini,” ungkap Ketua Umum KONI Kalsel, H Bambang Heri Purnama kepada wartawan, Senin (5/4) siang di Sekretariat KONI Kalsel.

Ada 26 cabang olahraga, sebutnya, yang berhasil meloloskan atlet ke PON setelah melewati babak kualifikasi. “Kami ingin mereka semua diberangkatkan. Para atlet telah berjuang sangat keras untuk bisa lolos ke PON. Karenanya, jangan sampai dikecewakan hanya karena tidak tersedia anggaran yang mencukupi,” tuturnya.

Prestasi yang diraih pada saat Pra PON, lanjutnya, bukan pemberian, melainkan penuh perjuangan. “Walaupun jumlah atletnya tidak bisa maksimal, satu cabor diwakilkan satu atau dua orang mendapatkan tiket PON Papua,” papar anggota DPR RI ini.

Semua ini, sambungnya, sebagai upaya untuk menuntut komitmen pemerintah provinsi menjamin anggaran keberangkatan para atlet, pelatih dan tim penanganan atlet lainnya.

Sebab saat ini, dana hibah yang didapatkan dari pemerintah provinsi hanya sekitar Rp7 miliar. Tentunya ini tidak mungkin mencukupi untuk keberangkatan atlet yang jumlahnya lebih 100 orang, belum lagi ditambah pelatih dan tim ofisial.

“Kita memang sudah ada koordinasi dengan legislatif terkait anggaran untuk keberangkatan PON ini, Ketua DPRD provinsi dan Komisi IV menyepakati akan memperjuangkan pada pembahasan APBD perubahan,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, KONI Kalsel terus berfokus pada pembinaan para atlet yang disiapkan ke PON Papua, terutama untuk kebutuhan gizi atlet.
“Sudah kita bayarkan dana untuk gizi atlet pada pemusatan latihan sebanyak tiga bulan,” ucapnya.

Untuk itu, ditambahkannya, akan intensif melakukan monitoring pemusatan latihan para atlet ke PON Papua agar kesehatan dan juga berat badan atlet selalu terjaga.

“Khususnya para atlet yang pertandingan terkait berat badan, harus dijaga betul kondisi mereka tetap stabil hingga PON, saya pun dalam waktu dekat ini akan keliling ke cabang-cabang olahraga guna memantau itu,” katanya.

Selain itu, para atlet Kalsel juga akan menjalani penyuntikan vaksin.
“Mengingat, pandemi Covid-19 ini belum redah. Semua harus menjaga kesehatan, taati protokol kesehatan, kita mengupayakan semuanya sudah mendapat vaksin sebelum berangkat tersebut,” ujarnya.

Penulis: Tolah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed