Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang, Trio Motor Bagikan Tips #Cari_Aman untuk Pengendara

by adm barito post
0 comments 3 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor. Selain berdampak terhadap kesehatan, kondisi asap yang pekat juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga meningkatkan risiko saat berkendara.

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 7.000 kasus ISPA dan pneumonia sepanjang musim kemarau. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap semakin tebal.

Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat semakin memperhatikan kesehatan sekaligus keselamatan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Bagi pengendara sepeda motor, jarak pandang yang terbatas membuat kemampuan untuk melihat kendaraan, objek, maupun kondisi jalan di depan menjadi berkurang. Karena itu, PT Trio Motor melalui tim Safety Riding mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan dan menerapkan prinsip #Cari_Aman ketika berkendara di tengah kabut asap.

Yoga Prabowo, PIC Safety Riding PT Trio Motor, mengatakan pengendara perlu menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi lingkungan dan tidak memaksakan perjalanan apabila situasi sudah tidak memungkinkan.

“Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara melihat kendaraan maupun kondisi jalan. Karena itu, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, gunakan masker dan pastikan visor helm tetap bersih. Jika pandangan sudah terlalu terbatas, jangan memaksakan perjalanan dan segera mencari tempat berhenti yang aman,” ujar Yoga Prabowo.

Sebelum berkendara, pengendara juga disarankan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik dapat membantu mengurangi paparan asap, sementara helm dengan visor yang bersih akan membantu
mempertahankan visibilitas selama perjalanan.

Ketika berada di jalan, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan memberikan jarak lebih dengan kendaraan di depan. Jarak aman yang lebih panjang memberikan waktu reaksi apabila kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak. Pengendara juga sebaiknya menghindari manuver tiba-tiba maupun menyalip ketika kondisi pandangan tidak memungkinkan.

Kondisi sepeda motor juga tidak kalah penting. Pastikan lampu utama, rem, ban, dan komponen pendukung lainnya berfungsi dengan baik sebelum perjalanan. Penggunaan lampu utama dapat membantu kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketika
visibilitas menurun. Namun, pengendara tetap perlu menghindari penggunaan lampu jauh secara berlebihan karena pantulan cahaya pada partikel asap dapat mengganggu pandangan.

Yoga menambahkan, pengendara perlu mampu mengenali batas aman ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Jika jarak pandang sudah sangat terbatas, pilihan terbaik adalah menunda perjalanan atau berhenti di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan untuk kembali berkendara.

“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Jangan karena ingin cepat sampai, pengendara justru mengambil risiko dengan tetap melaju ketika jarak pandang sangat terbatas. Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman daripada memaksakan perjalanan
dalam kondisi yang berisiko,” tambah Yoga.

Edukasi keselamatan berkendara ini merupakan bagian dari Kampanye Sinergi Bagi Negeri dalam memberikan informasi yang relevan dengan kondisi masyarakat. Melalui edukasi keselamatan, Trio Motor berupaya mendorong pengendara untuk lebih siap menghadapi
berbagai situasi di jalan, termasuk kondisi lingkungan yang tidak ideal seperti kabut asap.

Hal tersebut juga sejalan dengan Semangat Contribution to The Nation Honda untuk terus membangun kepedulian terhadap keselamatan konsumen dan masyarakat. Melalui kampanye #Cari_Aman, Honda bersama Trio Motor mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.

PT Trio Motor mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertimbangkan kondisi kesehatan, jarak pandang, dan situasi jalan sebelum berkendara. Dengan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan yang tepat, serta tidak memaksakan
perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan, pengendara dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar