Malam Mencekam di Handil Bakti, Dua Kebakaran Lahan hanya Berjarak 2 Jam

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
Langit merah menyala akibat kebakaran lahan di kawasan Handil Bakti, Batola, Selasa (6/10/2025) malam sekitar pukul 18.55 WITA. Warga tampak berkerumun menyaksikan api yang terus membesar. tangkapan layar (info.kebakaran_bjm)

Handil Bakti, BARITOPOST.CO.ID – Warga Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui malam yang mencekam, Selasa (6/10/2025) malam.

Dalam rentang waktu hanya sekitar 2 jam, dua kebakaran lahan besar terjadi di koridor jalan yang sama.

Langit malam memerah, asap tebal menyelimuti permukiman, dan api dilaporkan sudah menyambar rumah warga.

Kebakaran pertama terekam sekitar pukul 18.55 WITA.

Video yang beredar dari akun info.kebakaran_bjm memperlihatkan kobaran api yang membumbung tinggi di lahan kosong, warga hanya bisa berkerumun dari kejauhan.

Belum selesai, sekitar pukul 22.00 WITA api kembali muncul dengan skala lebih besar. Titiknya berpindah tidak jauh.

Titik pertama berada di Jalan Trans Kalimantan, Griya Permata, Komplek Persada Permai Baru Jalur 21, Batola. Di lokasi ini, informasi yang diterima menyebutkan api sudah mengenai rumah warga.

Titik kedua hanya beberapa kilometer dari titik pertama, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan dekat Kampus Uniska Handil Bakti, di belakang Komplek Kebun Jeruk dan Komplek Handil Bakti Indah, Batola. Dari video terlihat puluhan warga dan pengendara motor berhenti di bahu jalan, menyaksikan langit yang berubah oranye pekat akibat kobaran api.

Kejadian malam ini bukan insiden tunggal. Hampir setiap hari, kebakaran lahan terjadi di Kalimantan Selatan.

Salah satu titik langganan adalah Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Lahan gambut di sisi kiri-kanan jalan tersebut terus terbakar. Pada hari sebelumnya, karhutla juga terpantau di dekat Terminal Gambut Barakat Km 17 dan bahkan sempat mendekati RSJ Sambang Lihum, yang mengharuskan puluhan pasien dievakuasi.

Kondisi lahan gambut yang kering, ditambah angin kencang di malam hari, membuat api dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan. Jalur Trans Kalimantan – Syarkawi kini menjadi koridor api terpanjang di Banua.

Hingga pukul 23.30 WITA, tim gabungan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari Batola dan Banjarmasin masih berjibaku melakukan pembasahan di lokasi. Belum ada data resmi terkait jumlah rumah terdampak dan luas lahan yang terbakar.

Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika menemukan titik api baru.

Penulis/Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar