oleh

Djoko Supriyono : Gapki Kalsel Dorong Peningkatan Produktivitas Kebun Rakyat

Banjarmasin, BARITO – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)  Joko Supriyono, meminta GAPKI Kalsel untuk terus mendorong peningkatan produktivitas kebun rakyat.

Karenanya dorongan penerapan praktik sustainability kelapa sawit terus bergulir, bahkan penerapannya tidak berhenti tingkat pelaku usaha besar, melainkan berlanjut hingga tingkat petani.

“Petani harus terus didorong untuk sustainable, maka prioritas pertama adalah peningkatan produktivitas, saya mengapresiasi tema pada Rapat Tahun 2021 Gapki Kalsel , mendukung pembangunan kemitraan permanen menuju perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” kata Joko Supriyono, saat  membuka Rapat Kerja Tahun 2021, Gapki Kalsel, secara virtual langsung dari Jakarta, Senin (05/04/2021).

Lebih jauh ia berharap para pengurus Gapki Kalsel mampu memberikan motivasi yang bisa mendorong petani untuk menerapkan praktek budi daya kelapa sawit yang berkelanjutan atau sustainability.

Hal ini sesuai dengan tema mendukung pembangunan kemitraan permanen menuju perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Praktisi perkebunan sawit, kata dia, harus bisa menjabarkan tiga pilar dalam rangka mendukung program kerja Gapki Kalsel 2021.

“ Intinya peningkatan produktivitas kebun rakyat, kemitraan antara perusahaan dengan petani hingga praktik berkelanjutan itu sendiri,” tegasnya.

Joko mengasumsikan Sustainability merupakan market driven atau consumer driven sehingga harus diterapkan semua rantai pasok.Dorongan penerapan praktik sustainability kelapa sawit terus bergulir.

Ia mengapresiasi apa yang dilakukan Gapki Kalsel mendorong sustainability  tidak hanya kalangan usaha skala besar namun juga ke tingkat petani perkebunan.

Ketua Gapki Kalsel Edy S Binti kepada wartawan mengatakan pentingnya pendampingan petani kelapa sawit swadaya untuk membimbing mereka kearah pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan, sebagai sebuah model yang penting untuk menciptakan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan termasuk di Kalsel sendiri.

Lima puluh delapan persen lahan sawit di Indonesia, menurutnya, dimiliki oleh perusahan yang memiliki kemampuan, akses, kapabilitas institusi, maupun keuangan memadai dan bisa menjawab tantangan yang dihadapi sawit.

Sementara  42 persennya dimiliki petani kelapa sawit swadaya dengan lahan kecil antara dua sampai lima hektar, dan dengan kendala dari aspek teknis budidaya, institusi organisasi, ekonomi dan sebagainya.

“ Peran kita sesuai dengan program kerja 2021, mendorong peningkatan produktivitas kebun rakyat dan membangun sinergi dan kemitraan antara perusahaan dengan petani. Sejalan dengan gerakan peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat yang dicanangkan pemerintah, kami beserta anggota berkomitmen mendukung dan berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat,” ujar Edy.

Cynthia/ril

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed