Tabalong, BARITOPOST.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong menyerahkan Izin Operasional Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Anwarul Hasaniyyah (Anwaha) kepada Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Anwarul Hasaniyyah, Ustadz Syahrani, di Tabalong, Rabu (1/7). Pemberian izin tersebut menjadi langkah awal bagi Pondok Pesantren Anwaha dalam memperkuat pendidikan berbasis keterampilan guna mencetak santri yang berkompetensi sebagai ulama, sarjana, sekaligus pengusaha.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan nonformal yang berkualitas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Pemerintah Kabupaten Tabalong, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, berkomitmen penuh untuk terus memperluas akses pendidikan nonformal yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemberian izin operasional kepada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Anwaha ini merupakan langkah strategis kita bersama untuk mendukung tujuh program prioritas Bupati dan Wakil Bupati, yaitu mencetak 15 ribu tenaga terampil," ujarnya.
Menurut Gusti Judid, pendidikan formal saat ini harus didukung dengan penguasaan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.
"Di era yang penuh tantangan ini, pendidikan formal saja tidak cukup. Kehadiran LKP sangat krusial sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan jiwa wirausaha lokal melalui pelatihan keterampilan praktis atau skill-based learning," katanya.
Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Anwarul Hasaniyyah, Ustadz Syahrani, menjelaskan izin operasional tersebut menjadi fondasi pelaksanaan program SATTA (Santri Tangguh dan Tuntas Anwaha) yang dirancang untuk melahirkan lulusan pesantren dengan kompetensi akademik, keagamaan, dan keterampilan vokasi.
Menurut dia, pada tahun keenam masa pendidikan, santri tidak hanya telah menyelesaikan pendidikan formal dengan memperoleh ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang terakreditasi A, tetapi juga menjalani praktik penuh sebagai pengusaha sesuai bidang keterampilan yang dipilih.
"Sebagai data dukung kompetensi, para santri juga akan memperoleh sertifikat LKP Anwaha yang telah resmi mendapatkan izin operasional dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong," ujar Syahrani.
Pada tahap awal, LKP Anwaha membuka 12 program pelatihan keterampilan, yakni pengelolaan restoran yang mencakup manajer, supervisor, shift leader, hostess, waiter, dan kasir; pengelolaan dan pelayanan travel umrah; pengelolaan minimarket; tata boga; pengelolaan kafe yang meliputi barista dan waitress; barbershop; mengemudi; komputer seperti pelatihan mengetik dan desain grafis; teknisi listrik; menjahit; mengelas; serta perawatan dan servis berkala kendaraan, termasuk penggantian oli, pembersihan filter, dan mekanik servis ringan.
Program tersebut diharapkan mampu membekali santri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat kemampuan berwirausaha sehingga lulusan Pondok Pesantren Anwarul Hasaniyyah tidak hanya siap melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.(rel/lrp)
Follow Google News Barito Post