BUMDesa Berpeluang Bangun Usaha Pertashop

by baritopost.co.id
0 comment 3 minutes read
BUMDesa di Provinsi Kalsel 1.705 buah, BUMDesa Bersama (BUMDesma) 105 buah

Banjarbaru, BARITOPOST.CO.IDBadan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki kesempatan untuk memiliki unit usaha pertashop.

Baca Juga: Diduga Malpraktik, RSUD Dilaporkan ke MKDKI dan Digugat ke Pengadilan

Keberadaan pertashop di desa, memiliki banyak manfaat, diantaranya meningkatkan ketahanan ekonomi desa dan tercapainya pemerataan kebutuhan energi berkualitas dan terjangkau untuk seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah mengatakan, indikator ketahanan ekonomi pada Indeks Desa Membangun (IDM) di Kalsel masih di angka 0,7. Angka ini lebih rendah dari indikator ketahanan lingkungan 0,86 dan ketahanan sosial 0,80.

Baca Juga: Dayung Pelajar Kalsel Kebagian Perak, Kejurnas PPLP/PPLPD/SKO 2024 Makassar

“Dengan adanya peluang dari Pertamina untuk bermitra dengan BUMDesa dalam mengelola usaha pertashop, maka diharapkan terjadi percepatan kenaikan indikator ketahanan ekonomi pada IDM Provinsi Kalsel,” ujar Faried pada Sosialisasi Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat UMKM Melalui Usaha Pertashop di Wilayah Kalimantan” di Ruang Rapat Sutan Syahrir, Bappeda Provinsi Kalsel, Kamis (11/7/2024).

Saat ini, ujar Faried, jumlah BUMDesa di Provinsi Kalsel sebanyak 1.705 buah, sedangkan BUMDesa Bersama (BUMDesma) 105.

Baca Juga: Diduga Malpraktik, RSUD Dilaporkan ke MKDKI dan Digugat ke Pengadilan

BUMDesa/BUMDesma dengan unit usaha pertashop di Kalsel 7 buah, yakni BUMDesa Suato Lama, BUMDesa Salam Babaris, BUMDesma Hatungun, BUMDesma Piani, BUMDesma Candi Laras Utara dan BUMDesma Candi Laras Selatan di Kabupaten Tapin serta BUMDesma Sejahtera Persada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Selain Kepala DPMD Provinsi Kalsel, dari Pemprov Kalsel hadir Kepala Bappeda Ariadi Noor, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gusti Yanuar Noor Rifai. Kemudian juga hadir pihak Pertamina dan Kemendagri RI.

Baca Juga: PAM Bandarmasih Terus Telusuri Titik Kebocoran Penyebab Kehilangan Air

Sementara itu Direktur BUMDesma Sumber Rezeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Jayadi mengatakan, pihaknya tertarik dengan peluang investasi pertashop ini. Menurutnya, kebutuhan BBM di Desa Sumber Rezeki yang berjumlah 650 KK tergolong tinggi. Apalagi wilayahnya termasuk daerah tambang.

“Kami sangat tertarik mengembangkan sektor usaha pertashop dan senang sekali dengan adanya sosialisasi ini. Apalagi selisih harga BBM tidak terlalu jauh. Harga pertamax Rp 13.500 sedangkan BBM subsidi Rp 13.000 atau hanya selisih Rp 500  maka kami lebih memilih memakai Pertamax,”ujarnya.

Baca Juga: Diduga Malpraktik, RSUD Dilaporkan ke MKDKI dan Digugat ke Pengadilan

Saat ini, BUMDesma Sumber Rezeki yang merupakan gabungan diantaranya dari Kecamatan Lampihong dan Batumandi bergerak pada usaha diantaranya simpan pinjam, penyaluran gas LPG, penggemukan sapi dengan kontribusi ke pendapatan asli desa (PADes)  Rp 25 juta per tahun. Untuk itu dia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait yakni PT Pertamina, perbankan dan sebagainya dapat mendukung kehadiran pertashop di desanya.

Penulis: Cynthia

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment