TPAKD Kalsel Tingkatkan Akses Keuangan

by adm barito post
0 comments 1 minutes read
Pelayanan Perbankan Terus Meningkat di Kalsel

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berkolaborasi meningkatkan akses keuangan di daerah melalui program strategis.

Baca Juga: Turnamen Futsal Dewan Masjid Kalsel Cup 2026, Masjid Arafah Banjarmasin Juara

Pada tahun 2026, program TPAKD difokuskan pada peningkatan inklusi keuangan dan pencapaian target Indikator Akses Keuangan Daerah (IKAD) melalui lima program kerja utama, yaitu Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Wilayah Perdesaan, Ekosistem Bank Sampah, dan Product/Business Matching.

“OJK Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa menjaga kinerja sektor jasa keuangan, melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan, serta berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung perekonomian daerah,” ujar Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo dalam keterangannya.

Baca Juga: Turnamen Futsal Dewan Masjid Kalsel Cup 2026, Masjid Arafah Banjarmasin Juara

Perkembangan Industri Keuangan Nonbank

Sementara itu, posisi Desember 2025, piutang pembiayaan yang disalurkan oleh Perusahaan Pembiayaan sebesar Rp11,89 triliun mengalami kontraksi 2,91 persen yoy dengan NPF terjaga pada 1,94 persen.

Selanjutnya, penyaluran pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 0,08 persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp97 miliar dan NPF terjaga pada 8,09 persen. Aset bersih Dana Pensiun tumbuh sebesar 10,12 persen yoy atau menjadi sebanyak Rp377 miliar.

Pada industri Pinjaman Daring (Pindar) outstanding pembiayaan pada Agustus 2025 meningkat signifikan, yaitu tumbuh 31,13 persen yoy atau menjadi Rp1,026 triliun.

Baca Juga: Turnamen Futsal Dewan Masjid Kalsel Cup 2026, Masjid Arafah Banjarmasin Juara

“Tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) berada di angka 2,26 persen. Sementara itu, industri pergadaian posisi Mei 2025 tumbuh sebesar 61,59 persen yoy atau meningkat menjadi Rp912 miliar dengan tingkat risiko kredit terjaga,” imbuhnya.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar