oleh

PPKM Mikro Banjarmasin Jangan Abaikan Masyarakat Miskin

Banjarmasin, BARITO – Pemerintah Kota Banjarmasin ikut menerapkan  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro seperti di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan itu dilaksanakan selama dua pekan ke depan.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19, Kota Banjarmasin mengikuti penerapan PPKM berskala mikro.

”Kita terapkan PPKM mikro ini sejak 9 sampai 22 Februari,” ujar Ibnu Sina, kemarin.

Sebenarnya, imbuh dia, penerapan PPKM mikro seperti penerapan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) yang dulu pernah diterapkan Kota Banjarmasin. Kota Banjarmasin menghidupkan kembali penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan kelurahan, RW, atau RT.

”Kampung-kampung tangguh juga dihidupkan kembali,” ujarnya.

Ibnu Sina menilai, penerapan PPKM yang sudah dua kali mengalami perpanjangan dianggap cukup efektif menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati protokol kesehatan.

”Aparat juga rutin melakukan patroli setiap malam. Intinya kita menguatkan lagi ketaatan protokol kesehatan,” tutur Ibnu Sina.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyatakan mendukung langkah pemerintah kota menerapkan PPKM berskala mikro 9-22 Februari ini.

 

Namun demikian, imbuhnya, penerapan PPKM skala mikro yang menyentuh hingga ke lingkungan RW hingga RT tersebut harus memperhatikan ekonomi warga miskin.

“Kan ada warga miskin, ada warga yang sangat miskin, bagaimana nasib mereka kalau harus dibatasi ketat kegiatannya. Soalnya banyak warga kita, minta maaf saya menyebutnya, dapat rezeki sehari habis untuk hari itu juga, bahkan ada yang kurang,” kata politisi Gerindra tersebut, sebagaimana dilansir Antara.

Apalagi, lanjut Yamin, warga baru saja terdampak bencana banjir, di mana masih banyak yang sengsara karena kehilangan harta benda.

Karenanya dia mengimbau pemerintah kota bisa memikirkan lagi penyaluran bantuan bagi warga terdampak ekonomi berat dalam pelaksanaan PPKM berskala mikro ini, sebagaimana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. “Kalau memungkinkan kan bagus sekali,” ujarnya.

Yamin mengakui, pengetatan aktivitas masyarakat demi mengatasi penyebaran virus Corona memang harus dilakukan. “Dan, ini harus tegas dan konsisten kita laksanakan bersama. Masyarakat juga harus terus sadar itu. Sebab, kalau tidak demikian lambat selesainya pandemi ini,” kata Yamin.

Apalagi, imbuh dia, ada kecenderungan kasus positif Covid-19 naik. Sehingga, semuanya harus terus waspada, tidak lengah akan menerapkan protokol kesehatan tiga M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan pakai sabun.

Sumber: Antara
Editor: Dadang Yulistya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed