Pimpin Katalia Banjarmasin, Elly Rahmi Tegaskan Modifikasi tak Boleh Kikis Pakem Banjar

Hj.Elly Rahmi S.sos MM saat menandatangi berita acara pelantikan . Dan ketika memberikan keterangan kepada wartawan.

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Tren tata rias dan fesyen pengantin terus bergerak mengikuti zaman. Namun, bagi Ketua DPC Katalia Banjarmasin Elly Rahmi, S.sos MM, perubahan gaya tak boleh membuat identitas pengantin Banjar kehilangan jati diri.

“Inovasi tetap boleh dilakukan, tetapi pakem adat Banjar harus menjadi pijakan utama,” ujar Elly usai dilantik Kamis (24/09/2026).

Di tengah cepatnya perubahan tren tata rias dan fesyen pengantin, Elly juga mendorong kreativitas dan keterlibatan anak muda, namun memastikan pakem pengantin Banjar tetap menjadi akar yang tak boleh ditinggalkan.

Wanita yang aktif diberbagai organisasi ini juga menyoroti pentingnya regenerasi di tengah perkembangan tren tata rias dan fesyen pengantin yang semakin dinamis.

Menurutnya, anak muda harus diberi ruang lebih besar untuk berkreasi. Namun, kreativitas tersebut tetap harus berpijak pada identitas budaya Banjar.

“Anak-anak muda memang harus kita bawa dan kita rangkul bersama,” katanya.

Ia mengatakan, Katalia tidak akan membatasi perkembangan kreativitas para perias dan pelaku fesyen pengantin. Konsep pengantin modifikasi tetap dapat dikembangkan mengikuti selera zaman.

Kendati demikian, modifikasi tidak berarti menghilangkan pakem adat yang menjadi ciri khas pengantin Banjar.

“Modifikasi di sini kami tidak melupakan pakem. Adat pengantin Banjar tetap menjadi pakem, tetapi bisa kita modifikasi,” tegasnya.

Elly mencontohkan penggunaan tile, brokat hingga kebaya yang dapat dipadukan dalam busana pengantin. Begitu pula dengan aksesori kepala seperti kembang goyang yang bisa dikembangkan dalam bentuk lebih modern tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya.

“Boleh kita modifikasi, tetapi akar budaya yang ada di Kalimantan Selatan tetap ada,” katanya.

Bagi penggiat seni tersebut, menjaga tradisi pengantin Banjar juga tidak cukup hanya melalui pakaian dan tata rias. Prosesi adat dalam rangkaian perkawinan juga harus tetap diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Tradisi seperti mandi-mandi dan beantaran, menurutnya, merupakan bagian yang tidak seharusnya hilang di tengah perkembangan konsep pernikahan modern.

“Untuk pengantin itu tidak bisa kita hilangkan meskipun sekarang kita modifikasi. Semuanya bisa dimodifikasi, tetapi budaya dan akar tradisinya tetap kita pertahankan,” katanya lagi.

Elly juga mengungkapkan, regenerasi menjadi salah satu agenda yang akan didorong dalam kepengurusan DPC Katalia Banjarmasin.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program DPC dengan arah kebijakan DPD Katalia Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Hj. Siti Saniah MPd.

Selain regenerasi, program kerja ke depan akan diarahkan pada pengembangan kreativitas tata rias dan busana sekaligus memperkuat pelestarian budaya pengantin Banjar.

Ia melihat tradisi pengantin Banjar memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk pergelaran seni budaya.

“Pengantin Banjar tidak bisa lepas dari budaya yang ada di Kalimantan Selatan. Kalau digelar, itu bisa menjadi pergelaran seni budaya, tetapi isinya tetap pengantin Banjar,” jelasnya.

Ia menegaskan, perkembangan zaman justru harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Banjar dalam kemasan yang lebih menarik, terutama kepada generasi muda.

Sementara itu, dukungan terhadap arah program tersebut datang dari Ketua Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan, Noor Hafifah Adhani.

Hafifah yang hadir dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD serta DPC Katalia mengapresiasi langkah organisasi yang membuka ruang bagi anak muda, termasuk para single parent, untuk terlibat dan mengembangkan potensi.

“Kita mengapresiasi program tersebut,” katanya.

Ia berharap KRBB dan Katalia dapat terus membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya Banua.

“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan alhamdulillah karena sudah dilibatkan langsung dalam kegiatan Katalia Kota Banjarmasin. Ke depan, semoga kita bisa terus bersama-sama menjadi partner dalam setiap gerakan dan perjuangan untuk Banua,” pungkasnya

**

Penulis/Editor: Filarianti**

Follow Google News Barito Post

​

Related posts

Universitas PGRI Kalimantan Gelar Yudisium 311 Mahasiswanya

BPBD Kalsel Ungkap El Nino, Dampak Karhutla Hingga Lemahnya Payung Hukum

Pansus Perubahan Tatib Bahas 8 BAB dan 37 Pasal