Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ketua KRBB Kalsel, Noor Hafifah Adhani, dalam sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/09/2026), menyampaikan bahwa Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi sarana untuk menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk saling menghormati, membantu sesama, menjaga persaudaraan, mempererat ukhuwah, serta senantiasa memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya pada acara yang digelar di RM Bamboe Jalan Darma Praja Banjarrmasin.
Ia mengajak seluruh peserta yang hadir, untuk menjadikan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menyebarkan Cinta, Memberikan Manfaat” sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga:
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perbuatan nyata seperti membantu sesama, menjaga persatuan dan terus menebarkan kebaikan.
“Semoga kita yang hadir tidak hanya semakin mencintai Rasulullah SAW, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah yang disampaikan Ustazah Dra.hj Siti Kamila M.pdi juga mengingatkan anggota KRBB mengenai pentingnya keseimbangan antara mengejar kebaikan dunia dan akhirat.
Disampaikan bahwa doa “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-nar” memiliki makna yang sangat luas, yakni memohon kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, sekaligus perlindungan dari siksa neraka.
Menurut Ustazah, berbagai permintaan seperti rezeki yang lancar, kesehatan, keberhasilan, pasangan yang baik, anak yang berbakti maupun ketenangan hidup merupakan bagian dari kebaikan dunia yang boleh dimohonkan kepada Allah SWT.

Baca Juga:
Namun, doa tersebut juga mengajarkan agar manusia tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia. Kebaikan dunia harus diiringi dengan permohonan keselamatan dan kebaikan di akhirat.
Tausiah juga menekankan pentingnya bersedekah dan berbagi sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan Maulid dinilai bukan sekadar berkumpul dan mendengarkan ceramah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak shalawat, mengingat Rasulullah SAW dan melakukan amal kebaikan.
Ustazah kemudian menyampaikan sebuah kisah tentang seseorang yang dikenal memiliki kecintaan besar kepada Rasulullah SAW dan gemar memperbanyak shalawat.
Kecintaan tersebut, menurut kisah yang disampaikan, tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan memperbaiki akhlak, mendekatkan diri kepada Allah SWT, bersedekah dan berbuat baik kepada orang lain.
Baca Juga:
Kisah itu menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya diwujudkan dalam perilaku dan amal nyata.
“Ketika kita bershalawat, bersedekah, membantu orang lain, menghadiri majelis ilmu dan maulid, serta berusaha mengikuti akhlak Rasulullah SAW, mudah-mudahan semua itu menjadi amal yang membawa keberkahan bagi kehidupan kita,” tutur Ustazah.
Sebelumnya, para anggota KRBB juga mendengarkan pembacaan ayat suci Alquran yang dikumandangkan Rusmiati.
Melalui kegiatan ini, KRBB Kalsel berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, persaudaraan dan aksi nyata memberikan manfaat bagi masyarakat serta Banua
**
Penulis/Editor: Filarianti**
Follow Google News Barito Post