Memperingati Hari Lingkungan Hidup DLH Gelar Penanaman Mangrove

by baritopost.co.id
0 comment 2 minutes read

Kotabaru, BARITOPOST.CO.ID – Dalam memperingati hari lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru menggelar penanaman mangrove yang berlangsung di pesisir Desa Tanjung Pangga Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru belum lama tadi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kadis LH Kabupaten Kotabaru, Forkopimcam, Beberapa perusahaan. Kades, BPD, Babinsa, Babinkamtibmas Desa Tanjung Pangga, siswa dan Guru sekolah, Kelompok Tani Harapan Bersama dan Warga masyarakat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Maulidiansyah mengatakan sebagai generasi penerus wajib ambil bagian dalam menjaga,
memperbaiki dan melestarikan lingkungan.

“Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Pentingnya ekosistem
pesisir khususnya mangrove adalah sebagai penyangga karena dapat mengurangi ketinggian gelombang air laut,
meminimalisir resiko banjir, mampu menyerap karbon 5x lebih baik dari hutan hujan tropis dan mangrove mampu
menyimpan 1/3 stok karbon pesisir secara global,” katanya.

Terlebih Lanjutnya wilayah Kabupaten Kotabaru 78% nya merupakan kawasan
pesisir. Hal ini yang melatar belakangi munculnya program Mangrove for Banua.
Program ini merupakan program rutin yang sudah berjalan selama 4 tahun.

“Selama 3 tahun ini kami memang
memfokuskan pada perbaikan ekosistem pesisir mengingat wilayah pesisir memiliki sumbangsih besar terhadap cadangan karbon, produksi oksigen, hingga pelestarian
tempat hidup biota laut,” ujarnya.

Krisis iklim menjadi isu lingkungan yang saat ini marak dibahas karena dialami hampir oleh seluruh masyarakat di dunia. Salah satunya adalah peningkatan suhu rata-rata bumi
yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca. Belum lagi penggunaan bahan bakar fosil dan kurang bijaknya

“Pemanfaatan sumber daya alam menjadi faktor pemicu terjadi pemanasan global.
Konsekuensi dari perubahan iklim yang kita rasakan saat ini antara lain, kekeringan hebat, kelangkaan air, kebakaran hebat, naiknya permukaan air laut, banjir, pencairan es kutub,
badai dahsyat dan penurunan keanekaragaman hayati,” terangnya.

Prinsip Keadilan menjadi pengingat sekaligus ajakan bahwa penyelesaian akar masalah krisis iklim harus diselesaikan dengan inovasi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan dengan
mengedepankan prinsip keadilan dan inklusivitas. Prinsip keadilan yang dimaksud, menekankan pada manfaat dari pemulihan lahan harus dirasakan oleh semua lapisan
masyarakat, terutama yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim itu sendiri.

Sementara itu kegiatan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup di Kotabaru 2024 yakni Penanaman Mangrove , Bersih-Bersih Pantai (desa Sarang Tiung) , Bersih-bersih Sungai (Baharu) Penanaman dan Bagi-bagi bibit pohon, Lomba photo , Pemberian penghargaan dan Peresmian Laboratorium Lingkungan .

Penulis: Rakhmad

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment