Intrusi Air Laut Cemari Sungai, Amankah Air Baku PAM Bandarmasih?

Sungai Alalak di Kota Banjarmasin

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Intrusi air laut sudah memasuki sungai di Banjarmasin. Kondisi itu pun berdampak pada kualitas air baku PAM Bandarmasih.

Hingga saat ini, air laut sudah mencampuri air sungai di Banjarmasin sekitar 7 persen.

Meskipun demikian, Kata Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, kadar garam akibat intrusi air laut masih tergolong aman.

Irwan menyampaikan, bahwa kandungan garam bisa dinyatakan berbahaya atau tidak layak konsumsi bila sudah mencapai 250 ppm.

Hal itu merujuk pada standar Kemenkes, yaitu kadar garam/klorida maksimal 250 – 300 ppm (atau nilai Klorida 200 mg/L sebagai indikator awal).

“Jika kadar telah melampaui ambang batas tersebut, air terasa asin dan tidak layak minum serta berbahaya bagi infrastruktur perpipaan,” ucap Irwan.

Irwan melanjutkan, potensi kenaikan kadar air laut bisa terjadi, jika tidak ada turun hujan. Per hari ini saja, kadar garam sudah mencapai 7 persen, besok bisa saja meningkat.

Dampak intrusi air laut tersebut, tentu sudah disiapkan pihaknya sebagai antisipasi menjaga pelayanan untuk masyarakat agar tetap bisa mendapatkan air bersih yang layak.

Antisipasi yakni melalukan pencampuran air baku dari Sungai Tabuk. Itu dilakukan jika kadar garam sudah melebihi ambang batas 250 ppm.

Kemudian pihaknya memaksimalkan pompa dan perpipaan, dimana hari ini pihaknya pun telah melakukan uji coba sebagai langkah persiapan menghadapi dampak parah intrusi air laut.

“Kita telah mempersiapkan resiko besar jika kadar garam mencapai 250 ppm lebih. Hari ini kita mulai uji coba air baku dari Sungai Tabuk dipompa ke sini, sekaligus menguji perpipaan dan pompanya,” ucapnya.

Penulis: Hamdani

Follow Google News Barito Post

Related posts

Tugiatno Serap Aspirasi Warga Lewat Reses, Infrastruktur hingga PKH Jadi Sorotan

Ambles Parah, Jalan Sungai Lulut Ditutup Total, Perbaikan Diperkirakan Sebulan

DPRD Kalsel Soroti Jalan Sungai Gardu Ambles dan Terbelah