BANJARMASIN, BARITOPOST
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Suyato atau yang akrab disapa Awi, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses masa sidang di Jalan Batu Benawa gang 8 Mulawarman, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga mulai dari infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), rumah tidak layak huni hingga tingginya harga gas LPG 3 kilogram.
Dalam kegiatan tersebut, warga mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami penurunan sehingga kerap tergenang saat air pasang. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
0-3968×2976-0-0-{}-0-24#
“Pada reses hari ini di Jalan Batu Benawa gang 8, ada beberapa usulan dari masyarakat. Di antaranya perbaikan infrastruktur jalan karena ada beberapa ruas yang kondisinya sudah turun sehingga sering terendam ketika air pasang,” ujar Awi.
Selain itu, masyarakat juga meminta perbaikan lampu penerangan jalan umum yang sudah lama tidak berfungsi. Menurut Awi, minimnya penerangan menjadi perhatian warga karena dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan pada malam hari.
“Tadi juga ada usulan agar lampu PJU yang tidak aktif segera diperbaiki, sehingga bisa kembali memberikan penerangan bagi masyarakat,” katanya.
Tak hanya menyerap aspirasi, Awi juga langsung melakukan peninjauan lapangan sekaligus memanfaatkan momentum reses untuk meninjau langsung kondisi beberapa rumah warga. Ia menemukan beberapa rumah yang sudah tidak layak huni, bahkan ada yang kondisinya miring dan hampir roboh.
“Saya berharap dinas terkait dapat segera melakukan program bedah rumah terhadap warga yang benar-benar membutuhkan. Bahkan saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai persyaratan yang harus dipenuhi. Dari hasil peninjauan, ada dua rumah yang kondisinya paling memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera,” ungkapnya.
Awi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.
Selain persoalan infrastruktur dan perumahan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai tingginya harga gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dinilai semakin memberatkan beban ekonomi masyarakat.
“Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait dapat mengawasi distribusi serta mengantisipasi lonjakan harga LPG 3 kilogram, karena saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih cukup sulit,” tuturnya.
Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, lanjut Awi, akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Banjarmasin agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing.
Penulis: Masrifani