oleh

HIPO Internasional Terus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Banjarmasin, BARITO – Himpunan Pengusaha Online (HIPO) Internasional memanfaatkan era digital untuk meraih impian para anggota yang tergabung dalam organisasi itu, yakni menjadi penguasa bisnis digital di negeri sendiri.

Ketua Umum HIPO Internasional Kalimantan Selatan Ali Hasni menyebut, saat ini pihak asing telah menguasai sebagian besar kue dari bisnis digital, dengan menanamkan investasi besar-besaran bagi sejumlah unicorn maupun start-up yang sedang berkembang.

Akibatnya, uang miliaran dolar amerika yang dihasilkan dari transaksi online, mayoritas mengalir ke luar negeri. Indonesia hanya dijadikan pasar untuk bisnis kapitalis yang dijalankan.

HIPO sendiri sebagai wadah berkumpul orang-orang yang ingin Indonesia berdaulat dalam bidang ekonomi. “Kita ambil momen digital untuk memperkuat semangat dalam mewujudkan usaha di negeri sendiri,” ujarnya, Kamis (26/9/2019).

Ia menyebut, pergerakan organisasi itu begitu cepat sejak diresmikan 20 Desember 2018 lalu. Belum sampai satu tahun, HIPO telah terbentuk di 34 provinsi dan mampu merekrut sekitar 100 ribu orang, bahkan Kalsel mentarget sekitar 1.000 anggota.

“Pergerakan begitu masif. Kami sudah ada di 34 provinsi, termasuk di Kalsel yang sudah memiliki 600 anggota, dan mentarget 1.000 anggota terpenuhi,” katanya.

Tidak hanya itu, sambungnya, namun merekrut mayarakat yang ingin berkontribusi bagi kemjuan ekonomi bangsa ini, juga dapat bergabung, bahkan sampai pada 2020.

“Sistem perekrutan berlangsung cepat dan efektif karena kita menggunakan sistem network marketing. Jadi, bagi yang mengajak orang bergabung, nanti akan ada apresiasi atau imbalan dari kita,” imbuhnya.

HIPO yang telah memiliki aplikasi resmi dengan nama sama. Dalam aplikasi itu, para anggota juga bisa melakukan transaksi jual beli layaknya e-commerce lainnya.

“Ke depan kami ingin menjadi unicorn yang murni milik anak bangsa. Unicorn ini nantinya dimiliki seluruh anggota, keuntungannya buat anggota, untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi, sistemnya bukan kapitalis seperti yang ada saat ini,” imbuhnya.

afd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed