Diguyur Hujan 3 Jam Jalan Utama Riam Adungan Terendam Satu Meter, Warga Khawatir Danau Galian Jebol

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
Kondisi Jalan Utama Riam Adungan Terendam hingga Satu Meter (Foto Istimewa)

Pelaihari, BARITOPOST.CO.ID – Baru sekitar tiga jam diguyur hujan, jalan utama di Desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, terendam air. Genangan yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) itu dilaporkan mencapai sekitar satu meter dan memicu kekhawatiran warga, terlebih di sisi jalan terdapat danau bekas galian tambang.

Fahriansyah selaku Ketua BPD Desa Riam Adungan mengatakan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait.

“Kami berharap instansi terkait segera turun langsung melakukan pemeriksaan. Jangan sampai menunggu jalan jebol atau ada korban jiwa baru dilakukan penanganan,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Senada, tokoh masyarakat setempat Samsul Bahri mengatakan, kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Keberadaan danau bekas galian di sisi jalan perlu diperiksa menyeluruh, terutama kondisi badan jalan, ketinggian air, sistem drainase, serta potensi rembesan dan erosi.

Kondisi Jalan Utama Riam Adungan Terendam hingga Satu Meter (Foto Istimewa)

Muhammad Zaki yang diharapkan mendapat kuasa mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan mencari solusi melalui pertemuan dengan pihak perusahaan maupun instansi terkait (foto Istimewa)

Apalagi, warga masih mengingat kejadian pada 2022. Saat itu danau bekas galian pernah jebol hingga menghanyutkan satu unit mobil dan nyaris menimbulkan korban jiwa, termasuk Wakil Ketua BPD, anggota BPD, serta keluarga mereka.

Pemerintah Desa Riam Adungan sendiri telah berupaya meminta klarifikasi kepada PT Arutmin Indonesia Site Satui. Undangan pertama pada 14 September 2026 untuk pertemuan 16 September 2026 tidak dihadiri pihak perusahaan sebagaimana tertuang dalam berita acara Pemerintah Desa.

Undangan kedua diterbitkan 19 Oktober 2026 dengan jadwal pertemuan 26 Oktober 2026, namun pihak perusahaan kembali tidak hadir.

Selain itu, pada 20 Oktober 2026 Pemerintah Desa juga telah menyurati Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan untuk meminta pemeriksaan terkait aspek lingkungan, reklamasi dan pascatambang, serta risiko keselamatan di sekitar galian.

Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Untuk mendorong penyelesaian, Fahriansyah dan Samsul Bahri menyampaikan keresahan mereka kepada Muhammad Zaki.

Nama Zaki sempat mencuat dalam pemberitaan terkait kasus perkebunan sawit yang menyeret oknum anggota DPRD Tanah Laut tahun 2021 lalu.

“Beliau pernah tinggal di sini dan mengetahui kondisi wilayah ini,” ujar Samsul.

Muhammad Zaki nantinya diharapkan mendapat kuasa mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan mencari solusi melalui pertemuan dengan pihak perusahaan maupun instansi terkait.

Sementara itu, Zaki menambahkan, pemerintah daerah, instansi teknis, BPBD, serta pihak perusahaan perlu segera melakukan pemeriksaan bersama dengan melibatkan pemerintah desa, BPD, dan masyarakat.

Pemeriksaan dinilai penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, mulai dari kestabilan badan jalan, elevasi muka air, sistem drainase, hingga potensi erosi.

Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, langkah pengamanan sementara harus segera dilakukan, seperti memasang rambu peringatan, mengatur arus lalu lintas, hingga membatasi akses jalan jika diperlukan.

Zaki menegaskan, permintaan pemeriksaan bukan bertujuan menghalangi kegiatan usaha yang sah, melainkan untuk memastikan keselamatan warga.

“Jangan sampai peristiwa jalan tergenang setelah hanya sekitar tiga jam diguyur hujan ini menjadi peringatan yang diabaikan. Jangan sampai semua pihak baru bergerak setelah jalan benar-benar jebol dan korban berjatuhan,” tegasnya.

Penulis: Filarianti
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar