oleh

Data Vaksinasi Guru Pemprov dan Pemko Tak Singkron

Banjarmasin, BARITO – Dinas Kesehatan Pemprov Kalsel dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin kembali terjadi ketidaksingkronan data vaksinasi. Dalam konteks ini soal data vaksinasi guru.

Data vaksinasi guru merupakan salah satu syarat untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka diawal ajaran baru tahun ini. Guru yang divaksin minimal 70 persen.

Namun, ketidaksingkronan ini muncul saat Pemprov menginfokan bahwa vaksinasi guru di Banjarmasin hanya 50,13 persen. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menyebut, bahwa vaksinasi Covid-19 untuk para guru sudah mencapai 90 persen.

Persentase dari Pemprov itu menjadikan Kota Banjarmasin menempati urutan terendah ke empat, bila dibandingkan 13 kabupaten/kota yang menggelar vaksinasi guru.

Karena dibawah 70 persen, Banjarmasin terancam tidak bisa menggelar PTM.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi pun menepisnya. Ia justru menganggap bahwa data yang disampaikan oleh Dinkes Provinsi Kalsel belum di update.

Machli menjelaskan bahwa pihaknya sudah memvaksin sebanyak 4.960 guru. Terdiri dari guru PAUD, TK, SD hingga SMP, sesuai dengan data yang disodorkan oleh Disdik Kota Banjarmasin.

“Jadi, aneh bila Dinkes Kalsel menyebut bahwa capaian vaksinasi guru di Kota Banjarmasin, hanya mencapai 50 persen,” ucapnya, saat dikonfirmasi Smart FM Banjarmasin di ruang kerjanya, Senin (14/06) siang.

Machli menilai, jumlah vaksinasi tersebut juga termasuk dari jumlah total 9.296 vaksinasi tenaga pendidik, yang diklaimnya menyasar ke guru SMA, Madrasah, dan Dosen.

“Dari jumlah 9.296 itu ada yang sudah menerima dua kali dosis vaksin, ada pula yang baru menerima satu dosis vaksin. Saat ini vaksinasi guru untuk dosis kedua juga masih berjalan,” tambahnya.

Terpisah. Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto juga meyakini bahwa capaian vaksinasi guru di Kota Banjarmasin sudah mencapai 90 persen.

Alasannya, karena dari jumlah yang disodorkan ke Dinkes Kota Banjarmasin dengan kehadiran saat vaksinasi, sudah cukup banyak bahkan dianggapnya melebihi.

Disdik Kota Banjarmasin juga telah meminta pihak sekolah yang berada di bawah naungannya untuk melaporkan data guru yang sudah divaksin, sebelum digelarnya PTM tahun ajaran baru.

“Saya jamin lebih dari 70 persen. Baik vaksinasi yang digagas langsung oleh Dinkes dan Disdik Kota Banjarmasin di sekolah, atau vaksinasi yang ada di puskesmas,” tegasnya.

Sekedar diketahui, sampai sekarang laporan vaksinasi yang disampaikan baru dari pihak SD. Dari total sebanyak 256 SD, yang melaporkan baru sebanyak 232 SD. Sementara sisanya, masih dalam tahap proses.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Dinkes Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin berada di urutan terendah keempat vaksinasi guru. Disusul Kabupaten Tabalong sebesar 42,94 persen dan Hulu Sungai Tengah (HST) sebesar 46,40 persen. Sedangkan terendah pertama yakni Kabupaten Banjar yang hanya sebesar 10,36 persen.

Capaian persentase itu sendiri padahal cukup penting. Pasalnya, vaksinasi sangat diperlukan menyongsong pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tahun ajaran baru. Atau tepatnya, pada 12 Juli mendatang.

Penulis: Hamdani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed