oleh

Bongkar Semua Penghambat Arus Air

Oleh ANANG ROSADI ADENANSI *)

Banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Kalsel. Khususnya di Kota Banjarmasin, jadi  momentum. Jika Wali Kota Banjarmasin ingin membenahi kota yang serius. Karena program drainase dan trotoar saat ini, boleh dikatakan tidak mampu memenuhi target memperlancar air.

Oleh karena itu, revitalisasi dan normalisasi wajib hukumnya dilakukan. Jika kota ini, ingin lebih baik. Pilihan relokasi rumah-rumah dibantaran, serta melakukan penegakan hukum atas pencaplokan wilayah dan luasan sungai, mutlak dilakukan.

Jangan sampai ketidakadilan segelintir orang, justru menyengsarakan masyarakat banyak. Coba lihat, disetiap jembatan. Yang seharusnya adalah sungai, tapi justru “diambil” oleh bangunan-bangunan beton.

Jadi tidak ada pilihan lain pemko dan pemda, membuka kembali peta wilayah jalur sungai. Dan segera melakukan koreksi. Jika kondisi ini dibiarkan, maka keadaan akan terus parah.

Jika pemimpin memiliki kepedulian, awali dengan memfungsikan Pulau Insan. Yang sekarang, dibiarkan tergerus oleh bangunan liar dan pencaplokan. Padahal keberadaan pulau Insan menjadi salah satu bagian tangkapan air.

Kota Banjarmasin yang dijuluki kota seribu sungai ini  sebenarnya ada. Karena aliran air yang kubikasinya harus terpenuhi. Jika tidak, maka akan meluap.

Konsep rumah panggung juga tidak effektif,  karena untuk plat pondasi tetap cor beton. Sehingga luasan serapannya tetap kecil.

Saatnya berubah, karena kerusakan ini akibat ulah manusia. Khususnya pemimpin yang tidak serius diberi amanah. Jangan pernah salahkan alam, atas bencana apapun.

*) Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed