BEM Fakultas Kehutanan ULM Turun Langsung Bantu Pemadaman Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi

by adm barito post
0 comments 2 minutes read

Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Gubernur Syarkawi pada Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga: Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 mahasiswa BEM Fakultas Kehutanan ULM yang berkoordinasi dengan Manggala Agni Daops Banjar untuk membantu menangani kebakaran yang masih berlangsung di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan relawan di lapangan, upaya pemadaman karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung kurang lebih dua bulan dan dilakukan di beberapa titik terdampak.

Mahasiswa BEM Fakultas Kehutanan ULM terlibat dalam kegiatan pemadaman mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

Ketua BEM Fakultas Kehutanan ULM, Muhammad Apriannor, menyebut, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemadaman ini merupakan bentuk kepedulian terhadap musibah karhutla yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

“Kegiatan pemadaman yang dilakukan oleh BEM Fakultas Kehutanan ULM akan menjadi kegiatan lanjutan selama karhutla masih berlangsung. Melalui keterlibatan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam upaya penanganan karhutla serta memberikan dukungan kepada para relawan yang berjuang melakukan pemadaman di lokasi terdampak,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Ia memastikan, petugas dan relawan menghadapi sejumlah kendala yang menyulitkan proses pemadaman. Vegetasi yang mengering akibat kemarau berkepanjangan membuat api lebih mudah menyebar.

Baca Juga: Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

“Kondisi tanah gambut di lokasi kebakaran turut menjadi tantangan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan yang lebih intensif,” tambahnya.

Perwakilan Manggala Agni Daops Banjar, Muhammad Syafariansyah, turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam melakukan pembakaran lahan maupun hutan.

“Pembakaran yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat, salah satunya kabut asap yang mengganggu aktivitas serta berpotensi memengaruhi kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

Ia mengingatkan, kesadaran masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan lebih memperhatikan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.

Hingga Sabtu (10/10/2026), kebakaran di Jalan Gubernur Syarkawi dilaporkan belum sepenuhnya padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan Manggala Agni bersama para relawan, termasuk mahasiswa BEM Fakultas Kehutanan ULM.

Baca Juga: Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

“Dengan adanya rencana kegiatan lanjutan dari BEM Fakultas Kehutanan ULM selama karhutla masih berlangsung, diharapkan keterlibatan mahasiswa dapat membantu proses penanganan kebakaran sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan,” tutupnya.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar