Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah mengorbitkan 59 pelatih dan wasit juri melalui sertifikasi. Kegiatan tersebut guna meningkatkan standar kepelatihan, kompetensi perangkat pertandingan, serta kualitas pembinaan atlet di daerah,
Jumat (9/10/2026) malam di Hotel POP Banjarmasin.
Kegiatan sertifikasi level III Muda ini, menghadirkan pemateri dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Kalsel. Para pemateri terdiri dari wasit juri internasional dan pelatih nasional yang memiliki kompetensi untuk membekali peserta sesuai kebutuhan pembinaan pencak silat.
Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel, H. Supri Muyono, mengatakan sertifikasi ini diarahkan untuk memperbanyak tenaga pelatih berkualitas dan meningkatkan kemampuan wasit juri dalam mendukung perkembangan pencak silat di daerah.
“Dengan semakin banyaknya pelatih berkualitas, pengembangan pembibitan dan peningkatan prestasi atlet akan lebih leluasa. Daerah harus memiliki visi nasional dalam membangun pembinaan olahraga,” sebutnya.
Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga tingkat prestasi.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembinaan dan pelaksanaan pertandingan berjalan sesuai standar yang berlaku,” tuturnya.
Supri menjelaskan, materi sertifikasi meliputi coaching atau kepelatihan, peraturan terbaru pencak silat tahun 2026, norma dan etika, motivasi, mentalitas wasit juri, serta praktik lapangan.
Pembaruan regulasi menjadi salah satu materi penting agar pelatih dan perangkat pertandingan memahami ketentuan terbaru dan mampu menerapkannya dalam proses latihan maupun pertandingan.
Selain itu, IPSI Kalsel juga tengah mempersiapkan agenda kejuaraan tahunan berupa Piala Bergilir Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel yang direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026 di Banjarmasin. “Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan kelompok usia dini, praremaja, remaja hingga dewasa,” bebernya
Menurut Supri, keberadaan pelatih dan wasit juri yang kompeten diharapkan dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan kejuaraan sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
Ia turut mengungkapkan, IPSI Kalsel memiliki sembilan wasit juri nasional dan dua wasit juri internasional. Sementara itu, terdapat sekitar 15 pelatih nasional yang menjadi bagian dari kekuatan pembinaan pencak silat di daerah.
Selain meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi, IPSI Kalsel juga membuka peluang pengembangan kapasitas pelatih melalui program di tingkat internasional. Peluang tersebut berkaitan dengan persiapan kejuaraan dunia di Uzbekistan serta program penempatan di Australia selama enam bulan dalam rangka persiapan menuju Olimpiade.
Supri berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan pelatih, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kepada pelatih lain di Kalsel.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Heru Susmianto, mengapresiasi pelaksanaan sertifikasi yang dinilai mendukung penguatan pembinaan olahraga, khususnya pencak silat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih dan perangkat pertandingan harus berjalan beriringan dengan pembinaan atlet. Pemahaman terhadap regulasi terbaru akan membantu atlet dan pelatih mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi secara lebih terarah.
“Pembinaan perangkat pertandingan ini diharapkan turut berpengaruh terhadap pembinaan atlet. Dengan memahami regulasi terbaru, pelatih dan atlet dapat meningkatkan kualitas persiapan serta kemampuan mereka,” ujarnya.
Heru menambahkan, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang memiliki banyak peminat di Kalsel. Karena itu, penguatan pembinaan melalui peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet dan mendorong peningkatan prestasi daerah.
“Melalui sertifikasi ini, IPSI Kalsel bersama pemangku kepentingan olahraga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat, mulai dari penjaringan atlet usia dini, peningkatan kualitas latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi yang mendukung lahirnya atlet berprestasi,” ucapnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post