oleh

Banjarmasin Kembali Diwarnai Zona Merah

Banjarmasin, BARITO – Setelah  sempat melandai, kurva penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin kembali menanjak signifikan. Kini kembali muncul kelurahan zona merah di kota yang menerapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM Mikro ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengakui, kembali ada kelurahan yang masuk zona merah Covid-19 di Banjarmasin, yakni  Kelurahan Pemurus Dalam di Kecamatan  Banjarmasin  Selatan.

“Karena perubahan kriteria zonasi berdasarkan instruksi Kemendagri Nomor 3 tahun 2021,” katanya di Banjarmasin,  Kamis.

Dia pun mewanti-wanti, ada empat kelurahan lagi yang sudah zona oranye atau hampir merah, yakni Kelurahan Sungai Lulut, Kelayan Dalam, Sungai Jingah dan Sungai Miai.

Kemudian, yang sudah masuk zona kuning ada 32 kelurahan dari 52 kelurahan yang ada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini. “Saat ini yang masih zona hijau tinggal 15 kelurahan,” katanya.

Machli mengakui, ada kenaikan signifikan kasus positif Covid-19 di Banjarmasin saat musibah banjir besar lalu. Karena, masyarakat yang terdampak musibah mengabaikan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Dia membeberkan, saat ini kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin sudah tembus di atas lima ribu, dengan kesembuhan 4.378 orang dan meninggal dunia 186 orang.

 

“Usai banjir ini pengetatan protokol kesehatan kembali dilakukan, semoga kembali turun kasus positif  Covid-19 di daerah kita,” katanya.

Dia berharap, dengan pemberlakuan PPKM skala mikro hingga 22 Februari ini, kondisi zona hijau kembali bertambah.

“Kita minta semuanya jangan ada yang abai lagi. Ayo kuatkan lagi perlawanan kita terhadap virus ini. Satu-satunya cara dengan menaati aturan penanganan Covid-19,” demikian Machli Riyadi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim mengakui, masuk akal jika Dinas Kesehatan melaporkan kasus Covid-19 naik karena dampak terjadinya musibah banjir.

“Saat rapat dengan Dinkes kita pertanyakan juga, mengapa 10 hari terakhir ini Covid-19 naik signifikan sekitar 220 kasus totalnya. Dinkes menyatakan faktor utama kenaikan itu karena banjir,” ujarnya di gedung DPRD Kota Banjarmasin, kemarin.

Pasalnya, kata Zainal, saat terjadi banjir memang protokol kesehatan menjadi terabaikan oleh warga.

Zainal mengaku melihat sendiri, saat turun ke lapangan pada musibah banjir lalu di mana banyak warga sibuk mengungsi karena rumahnya terendam. Suasananya seakan tidak ada pandemi Covid-19.

“Terlihat pelaksanaan protokol kesehatan sangat lemah saat musim banjir itu. Apalagi di titik pengungsian, hampir 90 persen mengabaikan protokol kesehatan. Seperti tidak pakai masker, apalagi bicara tak ada jaga jarak lagi,” papar Zainal.

Karena itu, imbuh Zainal, pihak legislatif meminta Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin agar menggencarkan lagi penegakan protokol kesehatan pascamusibah banjir ini.

Menurut dia, penerapan PPKM berskala mikro harus betul-betul diimplementasikan, tidak sekedar jadi slogan atau kegiatan seremonial.

Dia juga meminta kepedulian tinggi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin. ‘’S ebab keselamatan diri hanya diri sendiri yang bisa melakukannya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan, ada 200 mtitik wilayah di Kota Banjarmasin  menerapkan PPKM mikro dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

“Masing-masing kecamatan telah memberlakukan PPKM mikro, ada yang 30 dan ada juga yang sampai 50. Jdi total sekitar 200 wilayah RT/RW menerapkannya,” terang  Kapolresta di Banjarmasin, Rabu.

Dalam mendukung kebijakan PPKM mikro, Polresta Banjarmasin juga memberdayakan Kampung Tangguh Banua yang ada di 52 kelurahan di “Kota Seribu Sungai” ini.

“Saya sudah instruksikan Bhabinkamtibmas untuk mengaktifkan Kampung Tangguh Banua, terutama di RT atau RW yang banyak masyarakatnya terpapar Covid-19,” jelas Rachmat.

Dia pun berharap masyarakat dapat mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran kasus Covid-19 agar pandemi ini segera berakhir.

“Untuk mengakhiri pandemi ini kembali ke kita semua. Kalau masyarakat patuh dan disiplin protokol kesehatan maka rantai penyebarannya bisa diputus,” tandasnya. ant


Editor: Dadang Yulistya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed