oleh

Ayobantu Gandeng Yayasan LIMA Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga yang Masih Terdampak Banjir

Banjarmasin, BARITO – Menggandeng Yayasan Langkah Indonesia Mandiri (LIMA), Ayobantu Peduli Indonesia, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel)

Yayasan LIMA telah membantu proses distribusi bantuan kemanusiaan kepada 500 Kepala Keluarga (KK) di Desa Pembantanan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar (Kalsel), dengan memberangkatkan sejumlah relawan menggunakkan 5 kendaraan dan disambung 24 perahu/kelotok membawa 800 paket sembako menuju lokasi banjir yang masih merendam lingkungan dan rumah warga, Minggu (7/2/2021)

Ketua Yayasan LIMA, Muslimar D Saputra atau yang akrab disapa Kak Sondri merinci, bantuan kemanusiaan yang diserahkan diantaranya berisikan beras, minyak, biskuit, makanan instan, air mineral, kelengkapan mandi dan mencuci, alat penerangan, kebutuhan popok, pembalut wanita serta obat-obatan

“Kami berterima kasih kepada ayobantu.com atas kepedulian, partisipasi dan kepercayaan pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah banjir
kepada Yayasan LIMA. Sebagai bagian dari NKRI, kami selalu siap menjadi bagian dari aksi peduli di negeri kita tercinta ini,” ujar Kak Sondri

Sebagai portal penggalangan dana secara transparan berbasis online, Yayasan Ayobantu Peduli Indonesia dengan platform galang dana ayobantu.com berharap, dapat berperan serta membantu pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia yang kurang mampu dengan cara memberikan bantuan berupa sembako, barang atau uang sesuai kebutuhan pihak yang membutuhkan

Ketua Yayasan Ayobantu Peduli Indonesa, Agnes Yuliavitriani mengemukakan, platform galang dana ayobantu.com berdiri karena besarnya rasa kepedulian terhadap pihak yang membutuhkan terutama di wilayah yang sulit dijangkau

“Bencana pasti akan terjadi pada setiap kehidupan kita, namun kita sebagai makhluk sosial harus saling membantu dan peduli satu sama lain terutama kepada korban yang terdampak bencana. Ketika bencana terjadi, tidak ada waktu untuk berdebat, tidak ada waktu untuk saling menyalahkan, namun kita harus saling menguatkan,” ucapnya

Agnes berharap, para korban diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi bencana yang sedang menimpa. “Kami berharap bencana di awal tahun dapat segera berlalu. Doa kami akan selalu menyertai para korban bencana,” tutup Agnes

Penulis: Iman Satria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed