oleh

Anggota Polres Tala Bergelut “Kacang Shaca Inchi”

Pelaihari,BARITO – Tugas utama sebagai anggota Polri, utamanya di kesatuan Seksi Pengawasan (Siwas) pada Polres Tanah Laut tetap nomor satu, itulah ia Bripka Arif Biantoro. Ia diluar jam dinas mempunyai kesibukan membudi daya tanaman kacang Shaca Inchi (Plukenetia Volubilis).

Berada dirumahnya Jalan Matah II Kecamatan Pelaihari, ia memfaatkan sebagian pekarangan rumahnya untuk dijadikan budi daya tanaman kacang tersebut. Tidak terlalu banyak, namun tanaman kacang Shaca Inchi terlihat subur.

Rabu, (14/9) ditemui dikebunnya, Bripka Arif Biantoro saat pulang dari Polres Tala menyempatkan dirinya untuk menjenguk tanaman kacang Shaca Inchinya, sebelum pada akhirnya ia berganti seragam Polisi dengan pakaian kekebun. Tanaman sebagian sudah mulai terlihat siap dipetik dan sebagian lagi kacangnya masih hijau. Didalam hamparan tanaman kacang itu juga dapat ditanami tanaman tumpang sari berupa tanaman Porang.

Bripka Arif Biantoro menjelaskan, budi daya kacang Shaca Inchi ini sudah 1 tahun lalu ia geluti, dan ini merintis menanam di Kabupaten Tanah Laut. Bererapa petani yang tergabung dalam satu wadah perhimpunan petanai kacang Shaca Inchi pun sudah menanam.

“Saat ini tanaman yang ada sudah masuk usia 9 bulan dan itu siap untuk dipanen, sementara proses penyemaian sekitar 2 bulanan, dan menyangkut pangsa pasarnya sudah ada,”jelasnya.

Ia menambahkan, pangsa pasarnya sudah cukup menjajikan karena sudah ada perusahaan tertentu di Kabupaten Kotabaru yang membeli kacang itu dari petani-petani. Harga terendah dari perusahaan tersebut Rp 7.000 per Kg dalam keadaan kering tanpa dikupas kulitnya. Tanaman ini sendiri mengandung omega 3, 6 dan 9, dimana umumnya omega 3 itu ada diikan Solmon untuk dihewaninya.

Bripka Arif Biantoro sendiri juga sebagai ketua dari Shaca Inchi Borneo yang sudah memiliki puluhan petani kacang Shaca Inchi dibawah binaannya dibeberapa kecamatan.

Dukungan penuh diberikan Polres Tala dalam hal pengembangan atau budi daya kacang Shaca Inchi ini. Kini Bripka Arif tengah mempersiapkan bibit baru untuk masa tanam selanjutnya.

Jenis kacang ini memang bukan asli komoditi dari Indonesia, ia berasal dari daratan Eropa. Namun dalam perkembangan jaman komditi ini mulai komersil dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sacha Inchi adalah tanaman yang menghasilkan biji besar yang dapat dimakan. Ia kaya akan asam lemak omega-3, 6 dan 9, protein, dan zat lain seperti vitamin E dan beta-sitosterol. Sacha Inchi berasal dari sebagian besar daerah tropis di Amerika Selatan (Suriname,Venezuela,Bolivia,Kolombia,Ekuador,Peru, dan Brasil Barat Laut) serta beberapa Kepulauan. Di Windward Karibia, sacha inchi juga dikenal sebagai kacang sacha, kacang rimba, atau kacang Inca.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed