oleh

12 Pebruari Berakhir Masa Jabatan, Gubernur Sahbirin Noor Sampaikan Berbagai Capaian Keberhasilan

Banjarmasin, BARITO – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menjelang berakhirnya masa jabatan pada tanggal 12 Pebruari 2021 bersama Wakil Gubernur H Rudy Resnawan menyampaikan berbagai capaian keberhasilan memimpin banua tercinta ini, antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel terus mengalami peningkatan, ketahanan pangan di daerah tetap terjaga, angka kemiskinan nomor dua terkecil di Indonesia setelah Provinsi Bali, kemudian laporan keuangan selalu meraih opini WTP dan SAKIP meraih nilai A.

Capaian keberhasilan selama memimpin Kalsel hampir lima tahun bersama Rudy Resnawan, disampaikan Gubernur Sahbirin Noor dalam rapat paripurna DPRD Kalsel dengan agenda usul pemberitahuan pemberhentian Kepala Daerah Provinsi Kalsel, Rabu (10/2/2021).

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketua, wakil ketua dan seluruh anggota DPRD Kalsel terus memberikan dukungan kepada kami bersama bapak H Rudy Resnawan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Kalsel.

Gubernur menyampaikan selama hampir lima tahun ini berbagai dinamika mewarnai hubungan kita dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.

“Kita selalu berupaya dalam satu pemikiran, satu gagasan dan satu pandangan untuk membangun Kalsel yang mapan,” sebutnya.

Lanjut gubernur, meskipun terkadang ada perbedaan pandangan terhadap kebijakan-kebijakan tertentu, namun semua dinamika itu bisa kita selesaikan dengan musyawarah dan mufakat.

“Sehingga agenda-agenda pemerintahan daerah dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tanpa banyak kendala dan hambatan,” tandasnya.

Sekarang diakhir masa jabatan kami sebagai gubernur bersama bapak Rudy Resnawan sebagai wakil gubernur, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel terus mengalami peningkatan, kemudian ketahanan pangan di daerah tetap terjaga serta angka kemiskinan hanya 4,38 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret tahun 2020.

“Provinsi kita menempati urutan kedua sebagai provinsi dengan penduduk miskin terkecil di Indonesia, yang pertama adalah Provinsi Bali,” ungkapnya.

Selanjutnya laporan keuangan daerah selalu meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019, insyaallah hingga laporan keuangan tahun anggaran 2020, kita juga dapat meraih opini WTP dan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Kalsel berhasil meraih nilai A, disamping itu juga masih banyak lagi keberhasilan kita dalam membangun daerah.

“Semua keberhasilan itu dapat terwujud atas sinergi dan kebersamaan dari DPRD Provinsi Kalsel termasuk sinergi dan kebersamaan kita dalam melahirkan berbagai produk hukum daerah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kalsel H Supian HK usai memimpin rapat paripurna menyampaikan apresiasi atas capaian keberhasilan kinerja Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan wakilnya H Rudy Resnawan selama kurun waktu 5 tahun.

Diceritakan Supian HK, sewaktu dirinya masih menjabat Ketua Komisi III membidangi pembangunan dan infrastruktur, pasangan Sahbirin Noor-Rudy Resnawan banyak menelurkan kebijakan yang positif, antara lain mencabut izin tambang yang tidak berpihak dengan masyarakat.

“Setidaknya 625 izin tambang tidak diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Kalsel,” sebutnya.

Politisi Golkar ini menambahkan pada tahun berikutnya berkat kerjasama yang baik antara DPRD Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalsel tidak lagi memperpanjang izin perkebunan sawit.

Keberhasilan lainnya, lanjut Supian HK, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga telah menorehkan 126 penghargaan dari pusat dan baru-baru ini memperoleh penghargaan Pena Emas dari PWI.

“Kami apresiasi kepemimpinan Sahbirin Noor-Rudy Resnawan,” tegasnya.

Lanjutnya selama kepemimpinan pasangan gubernur dan wakil gubernur juga telah membangun jalan bebas hambatan untuk kemaslahatan masyarakat serta telah berusaha untuk mengatasi permasalahan banjir yang ada di Kalsel, salah satunya melakukan normalisasi sungai seperti di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Capaian keberhasilan lainnya ungkap Supian HK, pemerintah provinsi juga banyak memberikan bukti terhadap keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pandemi Covid-19 di Kalsel.

Penulis : Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed